Mahathir Mohamad Pastikan Akan Serahkan Kekuasaan Perdana Menteri Malaysia pada Anwar Ibrahim

Mahathir Mohamad memastikan, dia akan menyerahkan kursi orang nomor satu kepada mantan rivalnya, Anwar Ibrahim.

Editor: AbdiTumanggor
AFP/MOHD RASFAN
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018.(AFP/MOHD RASFAN) 

Anwar Ibrahim pernah dipenjara karena tuduhan sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta PM  Mahathir Mohamad.

////

//// TRIBUN-MEDAN.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memastikan, dia akan menyerahkan kursi orang nomor satu kepada mantan rivalnya, Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu dia sampaikan ketika diwawancarai oleh media Australia The Sydney Morning Herald di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2019).

"Benar, saya akan menyerahkan kepada dia," tegas Mahathir saat ditanya apakah dia akan menyerahkan estafet kekuasaan kepada Anwar Ibrahim.

Ucapan PM berjuluk Dr M itu mematahkan anggapan bahwa dia akan memberikan jabatan itu kepada Menteri Ekonomi Azmin Ali. Namun dia tak merinci kapan akan mengundurkan diri.

"Saya tidak dapat mengatakan apakah setelah 2-3 tahun. Yang pasti, saya bakal mundur seperti yang telah saya janjikan," ujarnya.

Politisi berusia 94 tahun itu juga menolak seruan dari berbagai pihak agar dia menyelesaikan masa jabatannya selama satu periode penuh.

Dia menuturkan sah-sah saja ada yang berpendapat begitu. "Namun, seperti telah saya sampaikan, komitmen saya adalah mundur sebelum pemilu selanjutnya," tegas dia.

Adapun Pemilu Malaysia berikutnya diagendakan untuk digelar paling lambat Mei 2023 mendatang.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018) lalu. (AFP/Kazuhiro Nogi)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018) lalu. (AFP/Kazuhiro Nogi) (AFP/Kazuhiro Nogi)

Mundur Setelah KTT APEC 2020?

Rencana transisi kekuasaan antara Mahathir dengan Anwar Ibrahim terus menjadi isu yang hangat di kancah politik Negeri "Jiran".

Apalagi, tenggang waktu dua tahun seperti yang disepakati oleh koalisi penguasa Pakatan Harapan semakin dekat.

Seperti diketahui, Pakatan telah sepakat bahwa Mahathir akan meyerahkan kursi PM kepada Anwar setelah dua tahun menjabat, atau Mei 2020.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada sinyal politik yang jelas kapan persiapan penyerahan itu bakal dilaksanakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved