Gadis Ini Bertahan Hidup dengan Rp4 Ribu dan Rela Kekurangan Gizi demi Biaya Berobat Adiknya
Wu dan adiknya sudah menjadi yatim piatu. Mereka kehilangan ibunya sejak Wu berusia 4 tahun. Ayahnya meninggal pada tahun 2014, karena sirosis hati.
Dia berhasil mendapatkan pinjaman mahasiswa untuk belajar di sebuah universitas di Guizhou dan saat ini berada di tahun ketiga fakultas ekonomi.
Namun, pinjaman itu tidak cukup untuk menutupi pengeluarannya, dan dia mengambil dua pekerjaan sampingan untuk mendapat tambahan uang. Antara lain, sebagai tukang bersih-bersih dan pengajar dengan pendapatan 600 yuan (Rp 1,1 juta) setiap bulan.
Nasib Wu akhirnya disorot ketika kesehatannya semakin memburuk. Bahkan, perempuan itu merasa kesulitan berjalan.
Dokter di rumah sakit mengatakan bahwa dia memiliki masalah jantung karena kekurangan gizi dan kondisi ini mengharunkannya segera menjalani operasi yang menelan biaya 200.000 yuan (Rp 398 juta).
Wu menolak menjalani operasi karena dia tidak memiliki uang tetapi teman-teman dan kerabatnya bertekad untuk membantunya.
Mereka lalu membuka penggalangan dana untuk Wu, yang kemudian menjadi viral. Ini membuat semakin banyak orang ikut menyumbang.
Wu bersyukur atas bantuan yang dia dapat. Pun dengan adik laki-laki Wu, dia berupaya membantu sebisanya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rela_kelaparan_demi_adik.jpg)