Kronologi Hilangnya Siswi SMP Julisnar Elisabeth Situmeang (15), Pria Dewasa Memohon Tumpangan Rumah
Viral di media sosial terkait kabar hilangnya dua wanita, yaitu satu di Aceh dan satu lagi di Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Penulis: Salomo Tarigan | Editor: AbdiTumanggor
Tanggapan netizen yang dirangkum Tribun-Medan.com, Rabu (30/10/2019);
"Kami tidak punya foto pelaku karena menumpang 2 malam di rumah korban. Cuman ciri-ciri yang kami dapat dari orangtua korban," jawab Kaslim Marbun menanggapi pertanyaan netizen saat bertanya lebih jauh tentang terduga pelaku.
"Kaslim Marbun emang ada hubungannya, kok bisa nginap 2 malam?" tanya akun Mispa Situmeang.
"Mispa Situmeang alasan pelaku istrinya boru Marbun Lumban Gaol. Karena pelaku belum punya tempat tinggal dan dikasih menginap," jawab Kaslim Marbun menanggapi akun Mispa Situmeang.
"Itu namanya dikasih hati malah minta jantung, toh kalau ketangkap penjarakan aja seumur hidup," tulis akun Bang Jonathan Marpaung.
"Semoga anaknya selalu dalam lindungan Allah, dan kembali pulang ke rumah lagi dalam keadaan sehat walafiat,"tulis akun Sadariah Paser.
"Semoga cepat ketemu. Banyak penjahat di sosmed. Korbannya orang-orang baru di sosmed atau orang-orang tidak berpengalaman di dunia sosmed," lanjut akun Rita Rielningen.
Laporan pengaduan orangtua korban ke Polres Labuhan Batu. Foto Dok Kaslim Marbun.
Saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com, pada Rabu (30/10/2019) sore, Kaslim mengakui kalau familinya kehilangan anak di bawah umur.
Kaslim Marbun menjelaskan, sebagai famili, ia ingin membantu mencari keberadaan anak Paman itu hingga memostingnya ke media sosial.
Kepada Tribun-Medan.com, Kaslim Marbun menceritakan, pelaku awalnya datang ke kampung tersebut mengaku bernama Agus Zebua, dan istrinya disebutnya boru Marbun Lumban Gaol.
"Karena belum ada tempat tinggal, dan dia pun diizinkan menginap di rumah korban, karena pelaku itu mengaku istrinya boru Marbun Lumban Gaol,"
"Yah, karena ada hubungan marga itu, Marbun dan Situmeang sama-sama keturunan Raja Naipospos, maka dibolehkan tinggal di rumah itu,"
"Setelah dua hari tinggal di rumah itu, sembari banyak alasan, maka pelaku minta di antar ke rumah orang yang dia katanya ada dikenalnya, agar mandi di sana, karena mandi di rumah korban kurang nyaman, alasan terbuka,"
"Jadi orangtua korban (Paman itu) menyuruh si Julisnar Elisabet mengantar si pelaku ke tempat temannya yang dia maksud, agar si Julisna bisa kembali membawa sepeda motor tersebut,"
"Ternyata, dari situlah tidak pulang-pulang dan hingga saat ini tidak ada kabar," jelas Marbun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/julisnar-elisabet-situmeang-menghilang.jpg)
