Indonesia Mendadak Hentikan Ekspor Mineral Jantung Pacu Mobil Listrik hingga China Inggris Bereaksi
"Kesepakatan Ini dilakukan tidak atas dasar surat dari negara atau kementerian teknis tapi atas dasar kesepakatan bersama," tuturnya.
Pemerintah berharap, dengan mengalirkan sumber daya alam untuk kebutuhan lokal, industri logam bisa menjadi motor pertumbuhan perekonomian pada 10 atau 15 tahun ke depan.
Balai Besar Bahan dan Barang Tehnik (B4T) meyakini Indonesia sudah akan mampu memproduksi baterai Lithium-ion dengan bahan baku lokal mulai 2024.
Demam nikel di Indonesia juga menghinggapi Perusahaan Tambang Minyak Negara (Pertamina) yang berniat membangun pabrik baterai di Jawa Barat pada 2021 untuk menyuplai kebutuhan industri.
Adapun Toyota telah mengumumkan akan membangun fasilitas produksi senilai USD 2 milyar.
Indonesia sebagai produsen baterai juga dibidik oleh produsen otomotif lain seperti Hyundai dan Mitsubishi.
Cadangan Nikel Terbatas
Sebab itu lembaga konsultan AlixPartners memprediksi, industri otomotif akan membanjiri pasar dunia dengan 200 jenis mobil elektrik baru hingga 2023.
Nantinya kendaraan listrik diharapkan tidak lagi berharga mahal, melainkan juga sudah bisa ditawarkan untuk konsumen berkocek tipis.
Namun lonjakan kebutuhan logam nikel membuat pelaku pasar khawatir akan mengalami gelembung serupa tahun 2007, ketika industrialisasi di Cina melambungkan harga nikel dari USD 10.000 per ton menjadi USD 50.000/ton hanya dalam waktu beberapa tahun.
Saat ini harga nikel di pasar global meningkat ringan dan bertengger di kisaran USD 18.000/ton sejak Indonesia mengumumkan larangan ekspor.
Padahal antara 2016 dan 2017 Indonesia masih menyumbang masing-masing 39% dan 63% dari total perdagangan nikel dunia.
Meski demikian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memerkirakan cadangan nikel Indonesia bisa habis pada tahun 2029.
Adapun eksploitasi sisa cadangan nikel sebesar 3,5 miliar ton yang belum ditambang terbentur masalah lingkungan.
Keterbatasan cadangan nikel dan larangan ekspor dari Indonesia ini lah yang memaksa pengimpor asing memutar akal.
China misalnya melirik Filipina yang tercatat memiliki cadangan nikel terbesar kedua di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nikel-mineral-utama-baterai-mobil-listrik.jpg)