Lukisan Momen Yesus Diejek Sebelum Disalib Terjual Rp 373 Miliar, Wanita Lansia Kaya Mendadak

Lukisan Momen Yesus Diejek Sebelum Disalib Terjual Rp 373 Miliar, Wanita Lansia Kaya Mendadak

Editor: Juang Naibaho
AFP/PHILIPPE LOPEZ
Foto yang diambil pada 23 September 2019 menunjukkan lukisan berjudul Yesus Diolok-olok yang merupakan bagian dari Sengsara Yesus, dan dibuat pada akhir abad 13 oleh seniman Italia Cenni atau Cimabue. 

Oleh si juru taksir, dia diminta untuk membawanya ke pakar. Si perempuan mengaku, dia awalnya mengira lukisan tersebut hanya karya keagamaan biasa.

Lukisan yang dijual 19,5 juta euro sebelum pajak, atau Rp 303,3 miliar itu dibeli oleh sosok anonim.

Museum juga diketahui masuk dalam daftar penawar.

Pakar menyatakan, lukisan itu kemungkinan merupakan rangkaian dari delapan panel yang menggambarkan sengsara dan penyaliban Yesus.

Dua dari panel tersebut dilaporkan dipamerkan di Frick Collection di New York, AS, dan Galeri Nasional di London, Inggris.

Baca: Mahfud MD Bereaksi setelah Amien Rais Janji Buat Perhitungan setelah 6 Bulan Kabinet Indonesia Maju

Baca: Ibu Kepsek (43) dan Wakilnya (35) Digerebek Selingkuh di Hotel, Janjian di Bandara lalu ke Hotel

Mahakarya Cimabue

Dominique Le Coent dari Acteon menyatakan ini pertama kalinya mahakarya Cimabue harus diperebutkan dalam rumah lelang.

"Ketika ada karya unik dari pelukis seperti Cimabue tiba-tiba berada di pasaran, maka Anda harus siap dengan segala kejutan," terang Le Coent.

Lahir di Florence, Cimabue adalah guru bagi Giotto, seniman yang kemudian dikenal sebagai Bapak Periode Renaissance Italia.

Gaya melukisnya adalah populer Byzantium di Abad Pertengahan, dan menggabungkan berbagai elemen dan karakteristik lukisan Eropa. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temukan Lukisan "Sengsara Yesus" di Dapur Seharga Rp 373 Miliar, Wanita di Perancis Jadi Jutawan"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved