Prabowo Masuk Daftar Cekal Amerika Serikat, Akankah Dicabut setelah Resmi jabat Menteri Pertahanan?

Amerika memasukkannya dalam daftar hitam karena menilai Prabowo punya latar belakang pelanggaran HAM.

Editor: Tariden Turnip
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Prabowo Masuk Daftar Cekal Amerika Serikat, Akankah Dicabut setelah Resmi jabat Menteri Pertahanan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 

Prabowo Masuk Daftar Cekal Amerika Serikat, Akankah Dicabut setelah Resmi jabat Menteri Pertahanan 

PRESIDEN Joko Widodo mengumumkan Kabinet Indonesia Maju dengan meminta kabinetnya untuk bekerja keras, 'jangan korupsi, menciptakan sistem yang menutup korupsi" dan selalu memeriksa masalah di lapangan.

Dalam mengumumkan kabinet di tangga Istana Merdeka Rabu (23/10), Jokowi meminta para menterinya untuk "orientasi pada kerja nyata...cek masalah di lapangan dan temukan solusinya."

"Serius dalam bekerja, yang tidak serius, hati-hati bisa saya copot di jalan," tambah Jokowi.

Di antara para menteri yang dipilih dan akan dilantik pada hari yang sama adalah Mahfud MD sebagai Menteri Politik Hukum dan Keamanan menggantikan Wiranto serta Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Saat mengumumkan Prabowo, Jokowi mengatakan mantan saingannya dalam pemilihan presiden pada 2014 dan 2019 itu akan mengurus pertahanan, satu hal "yang lebih tahu dari saya."

Usai pelantikan para menterinya dan potret bersama di tangga Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo menghampiri para wartawan dan mengatakan "setelah pelantikan, hari ini kita langsung bekerja."

Ditanya kenapa diberi nama Kabinet Indonesia Maju, Jokowi mengatakan, setelah dalam periode lima tahun lalu berfokus pada "kerja, kerja, kerja, maka pada saat ini "dikerucutkan untuk mengantarkan Indonesia maju."

Wartawan kemudian bertanya tentang target 100 hari, Jokowi menegaskan tidak ada target seperti itu.

"Karena kita melanjutkan dari sebelumnya," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini mengejar defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, serta membuka lapangan pekerjaan.

"Kita akan menarik investasi sebanyak-banyaknya," kata Jokowi.

Dia menambahkan, reformasi birokrasi akan dilakukan secara kongkrit, dan "hal-hal ribet disederhanakan."

"Tentu saja, prioritas utama kita dalam lima tahun ke depan, adakah pembangunan sumber daya manusia," tandasnya.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, akan mempelajari situasi pertahanan Indonesia terkini sebelum tancap gas bekerja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved