Dzulmi Eldin Awali Karier di Deliserdang, Minta Maaf ke Warga saat Ultah Kota Medan
Tertangkapnya Walikota Medan, Dzulmi Eldin oleh KPK mengejutkan banyak pihak, termasuk di kalangan pejabat di Deliserdang yang mengenalnya.
Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN-MEDAN.com - Tertangkapnya Walikota Medan, Dzulmi Eldin oleh KPK mengejutkan banyak pihak, termasuk di kalangan pejabat di Deliserdang yang mengenalnya.
Eldin pernah menjadi camat di Kabupaten Deliserdang. Pada tahun 1987 ia bertugas sebagai Camat Lubukpakam.
Lubukpakam merupakan ibukota Kabupaten Deliserdang. Sebagai seorang Camat sosok Eldin dikenal begitu dekat dengan bawahan. Orang yang termasuk sebagai bawahannya saat itu adalah Haris Binar Ginting yang saat ini menjabat sebagai Kadis Kominfo Deliserdang.
"Waktu tahun 1987 itu aku baru jadi PNS. Penempatan pertama di Lubukpakam. Jadi saat itu camatnya itu beliau (Eldin). Baik kali sama kami bawahannya. Ya, orangnya memang ramah kali. Melayu kalilah. Terbuka dia itu, terus mana pernah marah-marah dia sama kami," kata Haris Binar Ginting, Rabu (16/10/2019).
Saking ramahnya, kata Haris, Eldin tidak pernah mempersoalkan kalau bawahannya memanggil dirinya dengan sapaan Abang.
Disebut walaupun Eldin sudah menjadi orang nomor 1 di Kota Medan namun sifatnya katanya tidak banyak berubah. Haris menyebut sering berjumpa dengan Eldin ketika hadir di acara-acara pemerintahan di Jakarta.
"Walaupun sudah jadi Walikota ya tetap kupanggil abang dia. Ya, pasti terkejut kalilah tadi pagi dengar kabar berita seperti itu (ditangkap KPK)," kata Haris.
Setelah menjadi camat, Eldin pindah ke Pemprov Sumut menjadi Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara.
Tak lama di Pemprov Sumut, Eldin diangkat menjadi Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan dan tak lama kemudian menjadi Sekretaris Daerah Kota Medan.
Dzulmi Eldin maju di Pilkada Medan bersama Rahudman Harahap dan akhirnya menjadi Wakil Wali Kota Medan (2010-2013). Setelah itu, ia menjadi Plt Wali Kota Medan karena Wali Kota Rahudman Harahap tersandung kasus korupsi.
Dzulmi Eldin tercatat menjabat tiga kali sebagai wali kota Medan, termasuk saat menjadi Plt.
Adapun masa jabatan yang pernah dilaksanakan Dzulmi ialah tertanggal 15 Mei 2013 sampai 17 Juni 2014, 18 Juni 2014 sampai 26 Juli 2015, serta menjabat kembali sebagai wali kota pada 17 Februari 2016 sampai saat ini.
Sepanjang masa jabatannya yang cukup lama itu, Dzulmi Eldin beberapa kali mendapat kritikan termasuk tentang penanganan banjir dan kemacetan.
Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke 429 Kota Medan, Juli lalu, T Dzulmi Eldin meminta maaf pada masyarakat atas kurangnya pelayanan selama ini. Namun begitu, ia mengaku banyak perubahan-perubahan telah dilakukan untuk masyarakat.
“Perubahan yang dilakukan selama ini untuk kepentingan masyarakat memang kami sudah merasa sudah semampunya dilakukan namun pasti ada masyarakat yang masih kurang. Karena tidak semuanya bisa kita tangani secara secepat."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dzulmi-eldin-s-msi-mh-saat-menghadiri-acara-halal-bi-halal.jpg)