BABAK BARU Suap Bupati Indramayu, Kode Sandi 'Mangga yang Manis' hingga Dijebloskan ke Rutan KPK

BABAK BARU Suap Bupati Indramayu, Kode Sandi 'Mangga yang Manis' hingga Dijebloskan ke Rutan KPK

Editor: Salomo Tarigan
dok/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BABAK BARU Suap Bupati Indramayu, Kode Sandi 'Mangga yang Manis' hingga Dijebloskan ke Rutan KPK 

BABAK BARU Suap Bupati Indramayu, Kode Sandi 'Mangga yang Manis' hingga Dijebloskan ke Rutan KPK

TRIBUN-MEDAN.com - BABAK BARU Suap Bupati Indramayu, Kode Sandi 'Mangga yang Manis' hingga Dijebloskan ke Rutan KPK

//

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kode atau sandi yang digunakan untuk menyamarkan praktik suap dalam kasus yang melibatkan Bupati Indramayu Supendi.

Baca: Cara Menyadap Whatsapp Pasangan atau Pacar, Selingkuh? Bongkar Pesan Whatsapp (WA) Ponsel

Baca: Kronologi Perwira Polisi Digerebek Istri, Diduga Selingkuh, Fakta Baru Dilapor ke Provost Polres

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Carsa AS selaku pihak swasta menggunakan sandi 'mangga' sebagai ganti uang suap yang akan diberikan kepada Supendi. 

Awalnya, KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Supendi kepada rekanan terkait  beberapa proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

Carsa AS diduga menghubungi ajudan Supendi dan menyampaikan bahwa uang akan diberikan melalui supir bupati.

"CAS (Carsa AS) meminta supir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan 'mangga yang manis' untuk bupati. CAS juga meminta supir bupati untuk datang dengan motor yang memiliki bagasi di bawah jok untuk menaruh uang," ujar Basaria di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Baca: Download Lagu MP3 - Lagu Cinta - Afgan, Isyana Sarasvati (Kumpulan Lagu) Wanitaku - Noah dan Lainnya

Sesampainya di lokasi yang dijanjikan, staf Carsa AS kemudian menaruh uang dalam kresek hitam ke dalam jok motor supir bupati.

Supir bupati kemudian mengantarkan uang ke rumah dinas bupati lewat pintu belakang.

"Setelah melakukan pemantauan dan memastikan adanya penyerahan uang dari CAS, swasta kepada SJ (Sudirjo, supir bupati) sebagai perantara yang menerima uang untuk bupati, tim kemudian mengamankan beberapa orang di tempat berbeda," ujar Basaria.

Setelah berhasil mengamankan delapan orang yang dilakukan pemeriksaan di Gedung KPK, empat orang akhirnya ditetakan sebagai tersangka.

Mereka adalah Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono. Ketiganya dijadikan tersangka penerima suap.

Baca: Cara Menyadap Whatsapp Pasangan atau Pacar, Selingkuh? Bongkar Pesan Whatsapp (WA) Ponsel

Baca: Mengenang KPK Digandeng Jokowi Seleksi Menteri 2014, Kini Beda, PPATK pun tak Dilibatkan Lagi

Sementara pemberi suap, Carsa AS jadi pelaku utamanya.

Dia kerap memberikan 'upeti' untuk bupati dan juga kepala dinas untuk mendapatkan proyek di Indramayu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved