Golfrid Siregar Meninggal Luka Serius Tempurung Kepala Hancur, Ini Kata RSUP Adam Malik

Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik tidak bisa memastikan lebih jauh apa penyebab meninggalnya Golfrid Siregar

Penulis: Ayu Prasandi |
Instagram/Golfrid Siregar
Golfrid Siregar aktifis Walhi Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Golfrid Siregar aktivis lingkungan yang kerap menjadi kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut dinyatakan meninggal usai mengalami luka serius di bagian kepala yang menyebabkan tempurung kepala hancur.

Terkait dengan informasi ini Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik tidak bisa memastikan lebih jauh apa penyebab Golfrid Siregar

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, saat dihubungi Tribun, mengatakan, pihaknya sudah melakukan perawatan yang memang sesuai dengan prosedur rumah sakit.

“Kami tidak bisa memberikan keterangan apa yang dialami pasien karena memang itu bukan wewenang kami. Itu wewenang dari pihak kepolisian karena tugas kami hanyalah memberikan perawatan yang sesuai dan itu telah kami lakukan,” ujarnya, Selasa (7/10/2019).

Ia menjelaskan, Golfrid dibawa ke RSUP H Adam Malik pada tanggal 3 Oktober berdasarkan rujukan dari Rumah Sakit Mitra Sejati dan langsung mendapatkan perawatan intensif.

“Pasien datang pukul 3 dini hari dan melihat kondisi pasien saat datang memang dengan kondisi yang tidak baik dan langsung ditangani dokter di ruang IGD,” jelasnya.

Ia menerangkan, melihat kondisi pasien yang cukup berat akhirnya dilakukan tindakan operasi pada hari yang sama dipukul 13.00 WIB.

Setelah selesai dilakukan tindakan operasi, kemudian pasien dirawat di ruang ICU.

“Memang setelah operasi kondisi pasien belum stabil dan belum sadarkan diri hingga pada tanggal 6 Oktober pasien meninggal dunia,” terangnya.

Ia mengungkapkan, RSUP H Adam Malik juga sebelumnya tidak mengetahui latarbelakang pasien dan hanya melakukan perawatan yang memang seharusnya diberikan rumah sakit pada pasien terutama pasien emergency.

"Oleh karena itu juga, kami dari RSUP H Adam Malik tidak bisa memberikan komentar apa-apa terkait yang terjadi pada pasien karena memang polisi yang berwenang,” ungkapnya.

Polrestabes Medan Bentuk Tim

Polrestabes Medan sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan kembali terkait kasus kematian aktivis Golfrid Siregar.

Tim tersebut, kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto akan menemui keluarga aktivis yang merupakan kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumut.

"Tujuan pertemuan itu, agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian Golfrid Siregar," katanya, Senin (7/10/2019).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved