G30S 1965
G30S 65 - Udar Kisah Para Mantan Pasukan Cakrabirawa, Trauma dan Takut Kembali ke Indonesia
G30S 65 - Udar Kisah Para Mantan Pasukan Cakrabirawa, Trauma dan Takut Kembali ke Indonesia
TNI AD akan melakukan interogasi, siksaan dan bahkan kurungan.
Para Pasukan Cakrabirawa yang terbukti terlibat penculikan dan pembunuhan para jenderal TNI AD umumnya akan langsung dieksekusi.
Hukuman itu diberlakukan karena mereka dianggap telah melakukan sebuah pelanggaran berat.
Tahu akan hukuman yang akan mereka peroleh, banyak mantan Pasukan Cakrabirawa berusaha melarikan diri ke Luar Negeri.
Bekal pendidikan militer dan pertahanan hidup yang mereka peroleh menjadi usaha pelarian mereka lebih tersusun.
Beberapa diantaranya bahkan menyusun sebuah strategi khusus agar agenda pelarian mereka berhasil.
Tak sedikit juga yang memanfaatkan koneksi mereka dengan para pejabat yang dianggap pro-Soekarno.
Bahkan para mantan Pasukan Cakrabirawa ini ada yang sampai melarikan diri ke Thailand dan menjadi penduduk Negara Gajah Putih Itu.
Agar pelarian mereka di Thailand tidak terhambat dengan urusan pekerjaan dan makan, banyak diantara mereka memutuskan menjadi biksu.
Sedangkan anggota lainnya memilih untuk membuka lahan dan bercocok tanam.
Sebagai informasi pada tahun 1970-an mengolah lahan di hutan-hutan Thailand tidak dikenakan biaya apapun.
Kebanyakan yang memilih untuk bercocok tanam, terutama yang masih hidup akan menajdi petani sukses dan memiliki lahan luas.
Karena saking lamanya tinggal, beberapa diantaranya akhirnya menikah dengan warga setempat dan menjadi warga negara resmi.
Salah satu ciri yang kentara bahwa ia mantan Pasukan Cakrabirawa adalah mereka para mantan pasukan presiden ini memiliki kebiasaan berburu di hutan dan dikenal sangat mahir menembak.
Saat bertemu dengan orang Indonesia mereka sangat merahasiakan jati diri mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/g30s-65-udar-kisah-para-mantan-pasukan-cakrabirawa-trauma-dan-takut-kembali-ke-indonesia.jpg)