Detik-detik Pengawal Raja Arab Saudi Tewas Ditembak di Kota Jeddah, Jenderal Abelaziz jadi Sorotan
Pengawal Ternama Raja Salman, Mayor Jenderal Abdelaziz Al-Fagham tewas ditembak mati oleh temannya, Mamdouh bin Meshaal Al Ali.
SOSOK Pengawal Ternama Raja Salman, Mayor Jenderal Abdelaziz Al-Fagham tewas ditembak mati oleh temannya, Mamdouh bin Meshaal Al Ali.
AFP / ALEXANDER NEMENOV
Jenderal Abelaziz al-Fagham (kiri), saat bertugas mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.
Dilansir dari situs AFP, Minggu (29/9/2019), berdasarkan pernyataan dari Saudi Press Agency (SPA), Al-Fagham meninggal pada Sabtu (28/9) malam di Kota Jeddah Barat.
////
TRIBUN-MEDAN.Com - Jenderal Abelaziz al-Fagham, yang kerap terlihat berada di samping Raja Salman saat menjalankan tugasnya, disebut terlibat pertengkaran di rumah seorang teman.
Menurut pernyataan yang dirilis bada pers Saudi, SPA, Fagham meninggal pada Sabtu (28/9/2019) malam, di Jeddah.
Insiden penembakan itu terjadi di luar waktu tugasnya sebagai pengawal raja.
Selain Fagham, tujuh orang lain juga dilaporkan cedera, termasuk pasukan keamanan.
"Fagham sedang berkunjung ke rumah temannya di Jeddah, saat salah seorang kenalannya yang bernama Mamdouh al-Ali, datang dan memasuki rumah itu."
"Terjadi pembicaraan antara Fagham dengan Ali yang diyakini berakhir tegang," demikian menurut laporan SPA, yang mengutip pihak berwenang, Minggu (29/9/2019), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
"Ali sempat meninggalkan rumah itu namun kembali dengan membawa senjata dan mulai melepaskan tembakan," lanjut laporan tersebut.
Pelaku menembaki Fagham serta melukai dua orang lainnya di dalam rumah, termasuk seorang pekerja asal Filipina dan saudara laki-laki dari pemilik rumah.
Stasiun televisi pemerintah Al-Ekhbariya melaporkan bahwa insiden penembakan terjadi karena permasalahan pribadi, tanpa memberi rincian lebih lanjut.
Pelaku penembakan dilaporkan telah tewas terbunuh, sementara lima personel keamanan luka-luka dalam baku tembak yang terjadi dengan tersangka yang menolak untuk menyerah.
SPA melaporkan bahwa Fagham sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menangani luka-lukanya, namun kemudian dinyatakan meninggal.
Pihak keamanan telah meluncurkan penyelidikan atas insiden yang menewaskan pengawal pribadi, yang dikenal dekat dengan Raja Salman.
Kematian Fagham telah memicu reaksi keras dari pengguna media sosial di Arab Saudi, yang mengecam aksi pembunuhan terhadap sosok yang disebut "malaikat pelindung" penguasa Arab Saudi itu.
Kabar insiden yang menewaskan Fagham, yang disebut telah menjalankan tugas sebagai pengawal pribadi raja sejak masa mendiang Raja Abdullah, pertama datang dari penasihat senior Pengadilan Kerajaan Arab Saudi, Turki al-Sheikh.
"Semoga Anda beristirahat dengan tenang, pahlawan..." tulis Sheikh di akun Twitter miliknya.
Ditembak di Rumah Temannya
Diberitakan SPA, insiden penembakan yang menewaskan Fagham terjadi di kediaman salah seorang kenalannya di Jeddah, pada Sabtu (28/9/2019) malam.
Saat itu, Fagham yang sedang tidak bertugas mendatangi rumah temannya. Selang beberapa saat, datang seorang lainnya, yang diidentifikasi sebagai Mamdouh al-Ali.
Ali diduga adalah kenalan dari Fagham dan juga sang pemilik rumah. Ketiganya kemudian terlibat dapat pertengkaran.
Tidak diketahui masalah yang terjadi di antara ketiganya, namun setelah bertengkar, Ali sempat keluar dari rumah tersebut.
Tak beberapa lama kemudian, Ali kembali dan kali ini sambil membawa senjata.
Tanpa basa-basi, Ali pun melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang ada di dalam rumah, termasuk Fagham, yang dilaporkan terkena sejumlah tembakan.
Selain Fagham, dua orang lain di dalam rumah juga terkena tembakan, yakni saudara si pemilik rumah dan seorang pekerja asal Filipina.
Pelaku penembakkan sempat bertahan di dalam rumah saat petugas mulai datang. Dia menolak untuk menyerahkan diri sehingga memicu terjadinya baku tembak dengan polisi.
Tembakan pelaku sempat mengenai lima orang polisi sebelum pelaku dapat dilumpuhkan dan ditembak mati petugas.
Para korban pun segera dilarikan ke rumah sakit. Cedera yang dialami tujuh korban luka dilaporkan tidak sampai membahayakan nyawa, namun Fagham tidak terselamatkan.
Fagham merupakan pengawal raja yang paling dikenal masyarakat Arab Saudi karena kerap terlihat berada tak jauh dari Raja Salman dalam setiap kegiatannya, baik di dalam maupun luar negeri.
Surat kabar Okaz menuliskan bahwa rakyat Saudi paling menyukai Fagham di antara pengawal Raja Salman lainnya.
Dia dilaporkan telah menjadi pengawal raja sejak masa Raja Abdullah, raja Saudi sebelum Salman bin Abdulaziz.
Fagham bahkan dijuluki "Malaikat Pelindung Sang Penguasa Saudi".
Polisi telah meluncurkan penyelidikan terhadap kasus penembakan ini, yang memicu kecaman dan banyak ucapan belasungkawa dari pengguna media sosial di Arab Saudi.
Jenazah Fagham akan dimakamkan pada Minggu (29/9/2019) malam di dekat Masjidil Haram di Mekah, situs paling suci Islam.
Atikel telah terbit di Kompas.com dengan judul: Pengawal Pribadi Raja Salman Tewas Ditembak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bodyguard-raja-salman-brigadir-jenderal-abdul-aziz-al-faghm_20170303_195804.jpg)