Kritik KontraS Sasar Polisi, 90 Demonstrans Belum Pulang,Petugas Disebut Tutup Akses dengan Keluarga

Kritik KontraS Sasar Polisi, 90 Demonstrans Belum Pulang,Petugas Disebut Tutup Akses dengan Keluarga

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kritik KontraS Sasar Polisi, 90 Demonstrans Belum Pulang,Petugas Disebut Tutup Akses dengan Keluarga 

Kritik KontraS Sasar Polisi, 90 Demonstrans Belum Pulang,Petugas Disebut Tutup Akses dengan Keluarga

TRIBUN-MEDAN.COM - Kritik KontraS Sasar Polisi, 90 Demonstrans Belum Pulang,Petugas Disebut Tutup Akses dengan Keluarga.

//

Kepolisian disebut menutup akses kepada keluarga untuk bertemu mahasiswa yang ditangkap saat aksi unjuk rasa di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

"Keluarga dan kuasa hukum tidak diberikan akses bertemu kepada orang tersebut," kata Staf Advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andi Muhammad Rezaldy di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jumat (27/9/2019) malam.

Andi menyampaikan, polisi pertama kali menyampaikan menangkap 94 mahasiswa setelah aksi unjuk rasa itu.

Baca: WHATSAPP TERKINI - Cara Melihat Story Whatsapp Hilang, Status Whatsapp (WA) Terhapus, Data Lengkap

Mereka diperiksa di berbagai unit.

Ada yang diperiksa di Unit Reserse Mobile (Resmob), Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), hingga Unit Keamanan Negara (Kamneg).

Setiap unit tidak memiliki informasi soal pemeriksaan mahasiswa di unit lain. Hal tersebut menyulitkan orangtua yang mencari anaknya.

"Para orangtua dan keluarga mahasiswa itu dipingpong dari unit satu ke unit lain. Jadi tidak ada kepastian soal akses data dan informasi itu," kata dia.

Baca: Gara-gara Perppu, Jokowi Mulai Dapat Tekanan, Sekretaris Fraksi PDI P: Presiden gak Menghormati . .

Saat orangtua mengetahui unit pemeriksaan anaknya, lanjut Andi, orangtua yang bersangkutan tetap tidak bisa bertemu anaknya.

Andi mempertanyakan sikap polisi yang menutup akses orangtua untuk menemui anaknya.

"Kenapa polisi menutupi akses yang sebetulnya itu hak keluarga dan pendamping hukumnya? Kita mempertanyakan itu. Karena tidak menutup kemungkinan di dalam (tahanan) itu terjadi yang tidak kita inginkan, seperti dugaan tindakan penyiksaan, dugaan tindakan tidak manusiawi lainnya," ucap Andi.

Aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen Senayan berlangsung sejak Senin sampai Rabu lalu.

Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa pada Senin-Selasa, sementara para pelajar berdemo pada Rabu.

Baca: WHATSAPP TERKINI - Cara Melihat Story Whatsapp Hilang, Status Whatsapp (WA) Terhapus, Data Lengkap

Baca: LIGA INGGRIS MALAM INI: Sheffield United vs Liverpool, Chelsea vs Brighton, Everton vs M City

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved