Pura-pura Antar Jenazah dan Berlinang Air Mata, Akhirnya Sandiwara Ibu Bunuh Anak Angkat Terbongkar

Terbongkarnya kasus pembunuhan anak tiri yang masih balita disertai perkosaan di Sukabumi, Jawa Barat, menggegerkan masyarakat.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Tiga tersangka perkara pemerkosaan dan pembunuhan anak angkat dibawa ke Polres Sukabumi Kota dari Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/2019). 

TRIBUN MEDAN.com - Terbongkarnya kasus pembunuhan anak tiri yang masih balita disertai perkosaan di Sukabumi, Jawa Barat, menggegerkan masyarakat.

Pembunuhan itu ternyata dilakukan seorang ibu dibantu dua anak kandungnya yang masih remaja.

Hal paling mengejutkan, setelah membunuh anak tirinya, ibu dan anak kandung itu melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

Kasus pembunuhan dan hubungan intim ibu dan anak ini terungkap setelah polisi berhasil membongkar kasus tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, SR ibu angkat NP (5) sempat berpura-pura tidak tahu soal kematian anak tirinya yang masih balita tersebut.

Bahkan SR pun bersandirawa dengan mengantarkan jenazah NP ke RSUD Syamsudin.

Kepada Kompas.com, SR mengaku saat itu tengah berjualan.

Menurut dia, saat itu NP minta ikut namun tidak diperbolehkan.

"Iya, ini jenazah anak saya. Tadi pagi itu saya mau jualan, anak saya ingin ikut, tapi saya suruh diam di rumah sama kakaknya. Tapi saat saya pulang, anak saya enggak ada," kata SR saat ditanya Kompas.com di RSUD R Syamsudin, Minggu (22/9/2019) malam.

Polres Sukabumi hadirkan tiga tersangka kasus tewasnya bocah lima tahun saat konferensi pers di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019).
Polres Sukabumi hadirkan tiga tersangka kasus tewasnya bocah lima tahun saat konferensi pers di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019). (KOMPAS.COM/BUDIYANTO)

SR mengaku sempat mencari dan akan melaporkan ke polisi karena hingga Minggu siang anaknya tidak ada di rumah dan ditunggu-tunggu tidak pulang.

Hingga akhirnya diketahui anak angkatnya ditemukan meninggal di Sungai Cimandiri.

Belakangan terungkap, ternyata alasan yang diungkapkan SR adalah upaya untuk menutupi kasus pembunuhan yang dilakukannya bersama kedua orang anak kandungnya.

Seperti diketahui, NP merupakan anak angkat SR dan suaminya.

NP diangkat sebagai anak sejak berusia dua tahun.

Selama ini, NP tinggal bersama SR, suaminya dan kedua anak laki-lakinya.

"Saya ingin sekali punya anak perempuan. Maka saya dan suami mengangkatnya sejak usia dua tahun," ujar SR sambil berlinang air mata.

Baca: Peluru Tajam Itu Tembus Dada Mahasiswa Saat Demo Tolak UU KPK, Kapolda Sultra: Beri Kami Waktu

Baca: Situasi Memanas Lempar-lemparan, Massa Pelajar SMA Dibubarkan Paksa Petugas

Baca: Mahasiswa Desak Polda Sumut Bebaskan Rekan Mereka yang Ditahan

Terungkap

Namun, kasus pembunuhan ini akhirnya terkuak setelah Polres Sukabumi menemukan ketidakwajaran di tubuh NP.

Balita itu ditemukan meninggal dunia mengambang di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019) siang.

Hasil penyelidikan terungkap NP dibunuh oleh SR dan anaknya RG, dengan cara dicekik.

Sebelum dibuang ke sungai, bocah malang ini sempat diperkosa dua kakak angkatnya, RG dan R.

Saat korban sudah tewas, SR kemudian berhubungan badan dengan anak kandungnya di depan jenazah NP.

Polisi sudah menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka.

Baca: Briptu Nofrianto Mona Gantung Diri Usai Bakar Kamar Pacarnya, Diduga Takut Diperiksa Propam

Baca: Pengakuan Ajun Perwira Setelah Bertengkar dengan Istri Jennifer Jill Buang Cincin Pernikahan,Terbaru

Pengakuan Ayah NP

Hadi (53), ayah kandung NP cukup sedih anaknya meninggal akibat dibunuh ibu tirinya.

Hadi mengatakan, NP diambil sebagai anak angkat oleh SR dan suaminya.

NP kata Hadi merupakan anak hasil pernikahannya dengan mantan istrinya, Li (40).

Kepada Kompas.com, Hadi mengetahui anaknya meninggal dunia setelah anggota kepolisian datang ke rumahnya, Senin (23/9/2019) malam.

"Saya mengetahui setelah ada polisi yang datang ke sini memberi tahu bahwa anak saya meninggal dibunuh," ungkap Hadi saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kamis (26/9/2019).

Oleh polisi, Hadi diberi penjelasan bahwa NP ditemukan meninggal di Sungai Cimandiri.

Hadi mengharapkan agar para pelaku yang membunuh anaknya mendapatkan hukuman yang berat dan setimpal atas perbuatannya.

"Kalau dihukum, hukum mati saja kalau bisa. Anak saya meninggal ya pembunuhnya juga harus mati," ujar dia.

Baca: Ini Postingan Dandhy Dwi Laksono Hingga Ditangkap Polisi, Soeharto dan ABRI Mirip Jokowi dan Polri

Baca: Keponakan Prabowo Menangis Sakit Hati Pada Zulkifli Hasan, Tugasnya Baca Doa Diserobot

Pelaku Ditangkap

Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap NP terjadi di rumah kontrakan pelaku di Kampung Bojongloa, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (22/9/2019) pagi.

Karena aksi pembunuhan dilakukan di Kota Sukabumi, kasus ini dilimpahkan dari Polres Sukabumi ke Polres Sukabumi Kota, Selasa (24/9/2019).

Saat ini ketiga tersangka, SR, RG dan R ditahan di Polres Sukabumi Kota. (Kompas.com/TribunnewsBogor.com)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Hubungan Intim dengan Anak Kandung, Begini Cara SR Tutupi Perbuatannya saat Diinterogasi Polisi

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved