Kronologi Bocah SD Tewas Dipenggal, Pelaku Diikat di Gerobak dan Dibawa ke Kantor Polisi

Kronologi Bocah SD Tewas Dipenggal, Pelaku Diikat di Gerobak dan Dibawa ke Kantor Polisi

Editor: Salomo Tarigan
Kolase banjarmasinpost ist dan Youtube Mancing Sidat Tasikmalaya
Kronologi Bocah SD Tewas Dipenggal, Pelaku Diikat di Gerobak dan Dibawa ke Kantor Polisi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kronologi Bocah SD Tewas Dipenggal, Pelaku Diikat di Gerobak dan Dibawa ke Kantor Polisi

//

Seorang pria di Kupang membunuh bocah SD dengan cara yang sangat sadis.

Baca: Petaka Salah Kirim, Mama Muda Menanggung Malu seusai Kirim Foto Tak Senonoh di WAG Tim Sepakbola

Baca: Nasib Anggota TNI Gadungan Diringkus Buser, Ternyata 3 Wanita Ini Jadi Korban Termasuk Mahasiswi

Pasalnya, pria tersebut menebas kepala bocah SD yang sedang belajar kelompok dengan teman-temannya.

Di depan temannya, bocah SD itu tergeletak bersimbah darah usai kepalanya dipenggal seorang pria yang diduga mengidap gangguan jiwa.

 

Pembunuhan sadis dengan korban seorang bocah SD berinisial Rusdiana Ramadhan (10) terjadi di Desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Melansir dari laman Banjarmasin Post, peristiwa pembunuhan sadis bocah kelas IV SD itu terjadi di hadapan teman-temannya, karena korban sedang belajar kelompok, pada Selasa (17/9/2019).

Pelaku tak lain adalah tetangga korban, yaitu Ahmad (35) yang juga diduga mengalami gangguan jiwa.

Ahmad membunuh Rusdiana dengan cara memenggal kepalanya hingga putus menggunakan parang di pekarangan rumahnya.

Saat itu, Rusdiana sedang belajar sambil main bersama dengan Khusnul Khotiman (8) dan adiknya Khotimah (6) di pekarangan rumah Ahmad.

Khusnul Khotimah dan Khotimah yang melihat langsung pembunuhan tersebut langsung lari ke rumahnya dan melapor pada orang tuanya.

Para tetangga yang mengetahui langsung datang ke TKP dan mengeroyok Ahmad hingga babak belur.

Melansir dari tayangan YouTube Mancing Sidat Tasikmalaya, pelaku lantas diikat di gerobak dan dibawa ke kantor polisi.

Pelaku pemenggalan bocah SD di Kalsel.
Tangkap Layar YouTube Mancing Sidat Tasikmalaya
Pelaku pemenggalan bocah SD di Kalsel.

Peristiwa sadis tersebut dibenarkan oleh Iptu Sandi, Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah.

Tak hanya itu, Sandi juga mengatakan bahwa pelaku pembunuhan sadis terhadap bocah SD tersebut lantaran mengidap gangguan jiwa.

Baca: Nasib Anggota TNI Gadungan Diringkus Buser, Ternyata 3 Wanita Ini Jadi Korban Termasuk Mahasiswi

Pasalnya, berdasarkan data yang dimiliki pihak kepolisian, Ahmad pernah mendapatkan perawatan dari RSJ Sambang Lihum pada Januari 2018 silam.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved