Bosan 4 Tahun Kuliah, Pemuda Ini Pulkam Beternak Babi, Kini Jadi Pengusaha Sukses Beromzet Miliaran

Bosan 4 Tahun Kuliah, Pemuda Ini Pulkam Beternak Babi, Kini Jadi Pengusaha Sukses Beromzet Miliaran

Editor: Juang Naibaho
KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS
Leonard Renold Tanto (26), memantau kondisi babi-babi di kandang tepatnya di Desa Nampung Lau, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (18/9/2019). 

Dengan modal uang tiket, ia berangkat ke Bali dan Kupang untuk mempelajari bagaimana teknisnya orang beternak babi.

"Selama di 2 tempat ini saya belajar vaksin, kebiri, dan takaran obat untuk babi. Selebihnya saya lihat-lihat saja cara mereka merawat babi di kandang," katanya.

Baca: Setelah Digerebek Bareng Pria Beristri, Kini Pedangdut Seksi Xena Xenita Divonis 3 Bulan Penjara

Baca: Balita Tewas Dalam Insiden Baku Tembak KKB Papua Versus TNI-Polri, Total Korban 3 Tewas dan 4 Luka

Renold mengatakan, ia memilih beternak babi itu punya alasan yang jelas.

Prospek ternak babi di Maumere cukup bagus dan menjanjikan.

"Acara apa saja di Maumere pasti butuh babi. Saya putuskan untuk ternak babi. Daripada tidak ada kerja," kata pemuda yang masih status lajang itu.

Renold mengisahkan, awal usaha ternak babi itu, ia mesti pinjam uang di Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang Maumere untuk membeli babi.

Menurutnya, dengan meminjam uang di bank itulah membuat dirinya berani dan termotivasi untuk segera menjalankan usaha ternak babi.

Awalnya membeli 28 ekor babi betina dan 2 jantan. Dari puluhan induk itulah pelan-pelan menghasilkan ratusan ekor babi seperti sekarang ini.

"Per tahun itu hasil dari ternak babi ini ya, ratusan juta. Satu ekor babi kan dijual Rp 1 juta. Pada tahun 2017 pernah hasil Rp 1 miliar. Sebelum dan sesudah, hasilnya Rp 700 juta dan Rp 800 juta. Tetapi, itu bukan hitung bersih. Kita kan beli pakan, vaksin, obat, dan gaji karyawan. Kalau bersih, ya sekitar Rp 500 juta," tutur Renold.

Baca: Polisi Temukan Titik Terang Kasus Raibnya Uang Rp 1,6 Miliar di Pemprov Sumut, Pelaku Terekam CCTV

Baca: Viral Bule di Bali Berboncengan dengan Posisi Begini tatkala Mengendarai Motor Matic di Jalan Lintas

Tantangan

Ia menyebut, selama 4 tahun menjalani usaha ternak babi pasti mengalami tantangan.

Tantangan yang sering dialami itu adalah anak babi mati dan karyawan berhenti.

Ia menyebutkan, pada tahun 2016 sebagian induk dan anak babi kena penyakit huklera.

Ada 5 induk yang mati dan puluhan anak babi yang mati karena penyakit itu.

"Saat itu sempat kecewa dan putus asa. Tetapi tetap bersyukur. Yang penting ada hasil. Saya selalu berpikir positif, setiap usaha pasti ada jatuh bangunnya. Pernah juga saya kerja sendiri. Urus makan dan bersihkan kandang. Tetapi, intinya tetap semangat dan tidak kehilangan harapan," kata Renold.

Baca: PENGAKUAN TERBARU Imam Nahrawi tak Bersalah Setelah KPK Jadikan Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI

Baca: Viral Kisah Pria Setia Dampingi Pacarnya yang Terkena Tumor, Harapkan Kekasihnya Segera Sembuh

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved