Bosan 4 Tahun Kuliah, Pemuda Ini Pulkam Beternak Babi, Kini Jadi Pengusaha Sukses Beromzet Miliaran
Bosan 4 Tahun Kuliah, Pemuda Ini Pulkam Beternak Babi, Kini Jadi Pengusaha Sukses Beromzet Miliaran
Bosan 4 Tahun Kuliah, Pemuda Ini Pulkam Beternak Babi, Kini Jadi Pengusaha Sukses Beromzet Miliaran
TRIBUN MEDAN.com - Setelah memutuskan berhenti kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi karena bosan, Leonard Renold Tanto kembali ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebulan menganggur, Renold memutuskan beternak babi.
Padahal, saat itu ia tidak mengerti sama sekali ihwal teknis beternak babi. Ia cuma punya tekad dan kemauan.
Kini, Renold menjadi peternak babi yang sukses. Pemuda yang masih berusia 26 tahun itu kini meraup omzet miliaran rupiah.
Kisah Renold, seorang pemuda asal Desa Nampung Lau, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, ini memang patut menjadi inpsirasi.
Baca: Pengantin Wanita Hamil Meninggal Terserang Stroke Jelang Pemberkatan, Begini Nasib Bayinya
Baca: Nasib Anggota TNI Gadungan Diringkus Buser, Ternyata 3 Wanita Ini Jadi Korban Termasuk Mahasiswi
Baca: Gara-gara Video Keceplosan, Rencana Pernikahan Rezky Aditya dan Citra Kirana Bocor ke Publik
Semula, Renold kuliah hingga semester 8 di kampus Widya Mandala Surabaya dengan jurusan ilmu komunikasi.
Renold bahkan sedang menyelesaikan skripsinya. Tetapi, ia memilih berhenti kuliah dan melepaskan tulisan akhirnya begitu saja dengan alasan bosan.
Ia berhenti kuliah pada semester akhir. Alhasil, Renold tak berhasil menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi.
Tapi, Renold tak pernah menyesali pilihannya meninggalkan bangku kuliah. Meski sudah menghabiskan waktu studi selama 4 tahun.
Renold juga mengaku kuliah dan ambil jurusan komunikasi tanpa cita-cita mau jadi apa. Tidak ada motivasi apa pun masuk jurusan itu.
"Pada bulan November 2014, saya memutuskan berhenti kuliah. Skripsi saya lepas. Saya pulang ke Kota Maumere. Alasannya, saya bosan kuliah. Itu saja," kata pemuda yang kerap disapa Renold saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (18/9/2019) siang.
Ia menceritakan, setelah tiba di Maumere, ia langsung memikirkan apa yang harus dikerjakan agar tidak menganggur.
Tidak sampai satu bulan di Maumere, ia memutuskan untuk beternak babi.
Renold menceritakan, awalnya ia tidak mengerti sedikit pun tentang bagaimana beternak babi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/peternak-babi-leonard-renold-tanto.jpg)