VIRAL Postingan Gubernur Riau ke Thailand di Tengah Derita Warga Kena Asap, Begini Kata Karo Humas

Media sosial diramaikan sebuah postingan tentang Gubernur Riau jalan-jalan ke Thailand di tangah penderitaan warga akibat kabut asap.

Editor: Juang Naibaho
Screenshot Twitter
VIRAL Postingan Gubernur Riau ke Thailand di Tengah Derita Warga Kena Asap, Begini Kata Karo Humas 

Heboh Gubernur Riau ke Thailand di Tengah Penderitaan Warga Akibat Kabut Asap, Ini Kata Karo Humas

TRIBUN MEDAN.com - Media sosial diramaikan sebuah postingan tentang Gubernur Riau jalan-jalan ke Thailand di tangah penderitaan warga akibat kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut.

Postingan itu beredar viral di lini masa Twitter.

Pasalnya hal itu terjadi di saat Riau tengah dilanda kabut asap yang membuat warga menderita.

Postingan yang diunggah pada Jumat (13/9/2019) tersebut telah dibagikan ulang lebih dari 25 ribu kali, dan disukai lebih dari 18 ribu pengguna Twitter.

Postingan tersebut melampirkan video kabut asap disertai narasi: “Pak @jokowi tolong cepat tanggap masalah asap di Pekanbaru. Tolong naikan statusnya jadi bencana nasional. Gubernur Riau lg jalan2 ke thailand, klw bukan Pak Jokowi yg ambil tindakan bakal banyak korban #RiauDibakarBukanTerbakar”.

Kompas.com pada Minggu (14/9/2019) mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Biro Humas Protokol Provinsi Riau, Muhammad Firdaus.

Baca: Sepasang Kekasih Pesepeda Motor Tewas setelah Menabrak Tembok Parit, Hendak Berkemah di Danau Toba

Baca: Niat Awal Bebas Denda Tilang 1,7 Juta hingga Ajukan Banding tapi Kalah dan Harus Bayar Rp 521 Juta

Baca: Bambang Widjojanto: Bau Sangit Permilihan Firli Bahuri Dkk, Selamat Datang Otoritarianisme

Pihaknya menyampaikan saat ini Gubernur Riau sudah kembali dan tengah meninjau lapangan dengan Kapolri dan Panglima TNI.

“Beliau sudah pulang Jumat. Beliau hanya sebentar,” katanya menjelaskan.

Saat disinggung kepergian Gubernur Riau ke Thailand, menurutnya dikarenakan yang bersangkutan harus menghadiri pertemuan serikat menteri bersama Menteri perekonomian dan gubernur-gubernur di Sumatera dalam acara Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Firdaus juga menyampaikan, sejak hari Jumat, Gubernur Riau sudah menggelar Rakosus tentang penanganan Karhutla dengan Menkopolhukam yang juga dihadiri oleh Gubernur Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kapolda dan Danrem Riau.

Dari rapat tersebut, pada hari Sabtu, Gubernur dan jajarannya selanjutnya menindaklanjuti dengan mengundang wali kota, kapolres, bupati serta dandim Riau dan juga dihadiri panglima TNI.

Adapun, saat dihubungi, Firdaus menjelaskan bahwa saat ini Gubernur sedang di lapangan meninjau lokasi Kerumutan dan Indragiri Hilir bersama Kapolri dan TNI, karena dari titik hotspot saat ini titik api kebanyakan berada di sekitar daerah tersebut.

Baca: MotoGP San Marino - Ambisi Vinales hingga Perseteruan Baru Rossi vs Marquez, Ini Link Live Streaming

Baca: Farhat Abbas Merasa Dihina Status Sosialnya Usai Beredarnya Ejekan Hotman Paris dan Nikita Mirzani

Data dari BNPB menyebutkan adanya 27 titik api kategori tinggi di Riau, hingga Minggu (15/9/2019) pagi.

Secara umum Kota Pekanbaru juga masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai 1 kilometer.

Untuk antisipasi karhutla, Pemerintah telah menyiapkan 3 pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Diberitakan Kompas.com, Minggu (15/9/2019), kualitas udara di Pekanbaru, Riau, terpantau melalui AirVisual masih lebih buruk dibandingkan Jakarta.

Data AirVisual, hingga pukul 07.50 WIB menunjukkan kualitas udara Riau menunjukkan indeks yang tidak sehat dengan parameter Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 161.

Indeks tersebut lebih besar dibandingkan Jakarta yakni 156 AQI.

Seperti diketahui, Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk keempat pada Minggu (15/9/2019) pagi.

Meski begitu, kualitas udara Pekanbaru, Riau pagi ini cenderung lebih baik dibandingkan pada Jumat (13/9/2019), di mana berdasarkan laporan Kompas.com hingga pukul 13.00 WIB kualitas udara di Pekanbaru, Riau tercatat sangat tidak sehat dengan Air Quality Index (AQI) sebesar 264.

Baca: Ini Alasan Veronica Koman Baru Angkat Bicara Usai 10 Hari Ditetapkan Jadi Tersangka Provokator Papua

Baca: Hendak Ibadah ke Gereja, Rombongan Keluarga Alami Laka Maut di Tol Jagorawi, 3 Tewas dan 6 Terluka

Pengukuran udara yang dilakukan AirVisual menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 atau pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI (air quality index).

Sementara itu, spanduk bertuliskan "Riau Dibakar, Bukan Terbakar" terpampang di lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019).

Tulisan "Riau Dibakar, Bukan Terbakar" sebelumnya telah viral di media sosial Twitter. Bahkan, tagar #RiauDibakarBukanTerbakar sempat menjadi trending topic Twitter Indonesia, beberapa hari lalu.

Aksi itu digelar oleh sejumlah warga Provinsi Riau, yang prihatin atas kondisi asap yang telah mengganggu kesehatan masyarakat.

Pantauan Kompas.com di lokasi, sambil mengenakan masker, massa yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) membentangkan spanduk bertuliskan "Riau Dibakar, Bukan Terbakar".

Ketua PMRJ Rusli Effendi mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian atas kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Riau dan sekitarnya.

Baca: Rossi vs Marquez Berseteru Lagi di Lintasan, Ini Link Live Streaming MotoGP San Marino Pukul 19.00

Baca: Tim Promosi Norwich City Bikin Kejutan, Tumbangkan Manchester City 3-2

"Kami merasa prihatin sudah 2.000 (orang) lebih yang terkena ispa (infeksi saluran pernafasan akut) dan anak diliburkan sekolah," kata Rusli di lokasi, Minggu.

Dalam aksinya, mereka juga meminta Presiden Joko Widodo agar menjadikan kabut asap di Riau sebagai bencana nasional yang harus segera ditangani.

"Oleh karena itu bapak Presiden Republik Indonesia, untuk menjadikan bencana asap ini bencana nasional sehingga ada aksi-aksi nyata dari pemerintah pusat untuk menangani asap, sebagaimana dulu kan pak Jokowi sudah janji kalau dia jadi presiden enggak ada lagi asap di Riau, dan mudah-mudahan dengan aksi yang kami lakukan ini, bisa menjadi langkah-langkah konkret presiden untuk menangani asap di Provinsi Riau," ujar Rusli.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai di Medsos Gubernur Riau Pelesiran ke Thailand Saat Kabut Asap, Ini Penjelasannya..."

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved