Sikapi Aksi Ramai Penolakan Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri: Berbuat Baiklah, Jangan Dendam

Ketua KPK terpilih Irjen Firli Bahuri akhirnya merespons aksi penolakan dari sejumlah elemen dan individu terhadap dirinya

Editor: Juang Naibaho
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri menjalani uji kelayakan Capim KPK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK setelah memperoleh suara terbanyak dalam voting yang digelar Komisi III DPR. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Sikapi Munculnya Penolakan Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri: Berbuat Baiklah, Jangan Dendam

TRIBUN MEDAN.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Irjen Firli Bahuri akhirnya merespons aksi penolakan dari sejumlah elemen dan individu terhadap dirinya.

Kapolda Sumatera Selatan itu memberikan respons secara bijak atas gelombang protes yang muncul sejak dirinya mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.

Firli Bahuri mengatakan, selama ini dirinya mengikuti proses seleksi dan melaksanakan semua prosedur hingga akhirnya terpilih menjadi ketua KPK.

Ia mengaku tidak meminta bantuan kepada siapa pun dalam melewati proses seleksi tersebut, kecuali kepada Allah SWT.

"Yakinlah kemuliaan itu milik Allah dan dia akan melimpahkan kemuliaan kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Selain itu Allah jualah yang memiliki kuasa untuk menghinakan hambanya. Ini tertulis dalam Alquran, jadi jangan takut. Berbuat baiklah dan jangan mendendam," kata Firli ketika melakukan kunjungan kerja ke Mapolres OKU Timur, Minggu (15/9/2019).

Baca: Deretan Foto yang Menggambarkan Sengitnya Persaingan Rossi dan Marquez di Balapan MotoGP

Baca: Bambang Widjojanto: Bau Sangit Pemilihan Firli Bahuri Dkk, Selamat Datang Otoritarianisme

Baca: Niat Awal Bebas Denda Tilang 1,7 Juta hingga Ajukan Banding tapi Kalah dan Harus Bayar Rp 521 Juta

Jenderal bintang dua mengaku dirinya berasal dari pedesaan.

Ketika kecil, dirinya merasakan bagaimana bersekolah tanpa mengenakan sepatu.

Bahkan dalam satu hari baju yang digunakan hanya sehelai untuk seluruh keperluan mulai dari berkebun, mencari durian, serta beraktivitas lainnya.

Namun, dengan tempaan dan wejangan-wejangan dari orangtuanya Firli bisa mencapai karier gemilang hingga menjadi Kapolda dan terpilih dalam seleksi pimpinan KPK.

"Orangtua saya orang sakti. Ditembak tidak meledak, disayat tidak terluka, ditusuk tidak mempan. Dahulu pernah saya meminta ilmu yang dimilikinya. Namun dengan tegas bapak saya menolak dan tidak mau memberikannya," katanya.

Alih-alih menerima warisan ilmu sakti mandraguna, Firli Bahuri justru dinasihati bahwa ilmu kanuragan seperti yang dimiliki orangtuanya tidak akan bisa menyelamatkan dan meningkatkan kariernya.

Justru orangtuanya berpesan pada masa mendatang yang dibutuhkan bukan ilmu kanuragan, melainkan keikhlasan dan kesabaran serta tidak mendendam.

"Karena pesannya itulah yang akan menyelamatkan hidup dan bukan ilmu kebal tidak mempan," ucap Firli mengenang nasihat orangtuanya.

Baca: VIRAL Postingan Gubernur Riau ke Thailand di Tengah Derita Warga Kena Asap, Begini Kata Karo Humas

Baca: Abdi Tamba (17) Turut Tewas Laka Maut Mobil APV Terbalik di Tol Jagorawi saat Hendak ke Gereja

Menurut Firli Bahuri, dalam meniti karir dirinya melewati jalan yang cukup terjal dengan berbagai rintangan.

Namun, karena keyakinan dan berserah diri kepada Allah, dirinya akhirnya bisa menjadi seperti saat ini.

Dirinya juga meyakini apa yang dibebankan kepada seorang hamba tidak akan melebihi kemampuan hambanya.

Justru kata dia, seorang hamba akan memperoleh kemuliaan ketika berhasil melaksanakan beban berat yang telah Allah berikan tersebut.

"Saya pesankan kepada seluruh jajaran untuk tidak mencari kesempurnaan karena ketika kita mencari yang sempurna maka tidak akan pernah ditemukan. Kita bisa menemukan kesempurnaan ketika kita memiliki kemampuan menempatkan diri dan hati untuk menerima orang lain. Di situlah ada kesempurnaan," katanya.

Dikatakan Firli, sabar, syukur, dan ikhlas akan mengangkat karir dan menyelamatkan seseorang.

Dirinya juga yakin semua yang dialaminya sudah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa.

Dengan panjang lebar Firli juga berpesan agar tidak takut dan khawatir selagi kewajiban dilaksanakan disertai dengan usaha dan doa.

Seperti dirinya yang sudah berusaha dan berdoa hingga berhasil menjadi pimpinan KPK meskipun hingga saat ini belum diketahui kapan akan dilantik.

"Pandai-pandailah bersyukur karena Allah akan menambahnya dan jangan kufur nikmat," katanya.

Baca: Sepasang Kekasih Pesepeda Motor Tewas setelah Menabrak Tembok Parit, Hendak Berkemah di Danau Toba

Baca: Farhat Abbas Merasa Dihina Status Sosialnya Usai Beredarnya Ejekan Hotman Paris dan Nikita Mirzani

Kontroversi Firli Bahuri

Diketahui, hasil voting Komisi III DPR RI memunculkan nama Irjen Firli Bahuri sebagai peraih suara terbanyak.

Atas hasil itu, Komisi III DPR pun menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai ketua terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Jumat (13/9/2019) dini hari.

Irjen Firli Bahuri akan memimpin komisi antirasuah bersama empat komisioner KPK baru lainnya yakni Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango dan Lili Pintouli Siregar.

Namun, setelah terpilih sebagai Ketua KPK terjadi gelombang penolakan terhadap Firli Bahuri, termasuk dari pegawai KPK.

Di KPK, Firli Bahuri juga disebut melakukan pelanggaran etik berat.

Sebelum Firli terpilih sebagai ketua, KPK sempat menyatakan Kapolda Sumsel itu telah melakukan pelanggaran etik berat.

Penasihat KPK Muhammad Tsani Annafari mengatakan, hasil itu diambil setelah melakukan musyawarah Dewan Pertimbangan Pegawai KPK.

"Musyawarah itu perlu kami sampaikan hasilnya adalah kami dengan suara bulat menyepakati dipenuhi cukup bukti ada pelanggaran berat," kata Tsani dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (11/9/2019) dikutip dari Kompas.com.

Baca: MotoGP San Marino - Ambisi Vinales hingga Perseteruan Baru Rossi vs Marquez, Ini Link Live Streaming

Baca: Ini Alasan Veronica Koman Baru Angkat Bicara Usai 10 Hari Ditetapkan Jadi Tersangka Provokator Papua

Ada tiga peristiwa yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Pertama, KPK mencatat Firli bertemu mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 hingga 13 Mei 2018 lalu.

Lalu yang kedua, KPK mencatat Firli pernah menjemput secara langsung seorang saksi yang akan diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Terakhir, KPK mencatat Firli pernah bertatap muka dengan petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Selain catatan tersebut, Tsani mengatakan, KPK memiliki bukti-bukti pelanggaran etik Firli berupa foto serta video yang diperoleh dari para saksi.

Kendati demikian, Tsani tidak mau menunjukkan bukti-bukti tersebut.

"Karena ini kasus etik, pembuktiannya pun kita lebih ke arah materil. Substansi video itu tanpa harus Anda saksikan sudah kita kuatkan di sini," ujar Tsani.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Firli Bahuri Sikapi Sejumlah Pihak Tolak Dirinya Jadi Pimpinan KPK

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved