Sikapi Aksi Ramai Penolakan Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri: Berbuat Baiklah, Jangan Dendam
Ketua KPK terpilih Irjen Firli Bahuri akhirnya merespons aksi penolakan dari sejumlah elemen dan individu terhadap dirinya
Namun, karena keyakinan dan berserah diri kepada Allah, dirinya akhirnya bisa menjadi seperti saat ini.
Dirinya juga meyakini apa yang dibebankan kepada seorang hamba tidak akan melebihi kemampuan hambanya.
Justru kata dia, seorang hamba akan memperoleh kemuliaan ketika berhasil melaksanakan beban berat yang telah Allah berikan tersebut.
"Saya pesankan kepada seluruh jajaran untuk tidak mencari kesempurnaan karena ketika kita mencari yang sempurna maka tidak akan pernah ditemukan. Kita bisa menemukan kesempurnaan ketika kita memiliki kemampuan menempatkan diri dan hati untuk menerima orang lain. Di situlah ada kesempurnaan," katanya.
Dikatakan Firli, sabar, syukur, dan ikhlas akan mengangkat karir dan menyelamatkan seseorang.
Dirinya juga yakin semua yang dialaminya sudah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa.
Dengan panjang lebar Firli juga berpesan agar tidak takut dan khawatir selagi kewajiban dilaksanakan disertai dengan usaha dan doa.
Seperti dirinya yang sudah berusaha dan berdoa hingga berhasil menjadi pimpinan KPK meskipun hingga saat ini belum diketahui kapan akan dilantik.
"Pandai-pandailah bersyukur karena Allah akan menambahnya dan jangan kufur nikmat," katanya.
Baca: Sepasang Kekasih Pesepeda Motor Tewas setelah Menabrak Tembok Parit, Hendak Berkemah di Danau Toba
Baca: Farhat Abbas Merasa Dihina Status Sosialnya Usai Beredarnya Ejekan Hotman Paris dan Nikita Mirzani
Kontroversi Firli Bahuri
Diketahui, hasil voting Komisi III DPR RI memunculkan nama Irjen Firli Bahuri sebagai peraih suara terbanyak.
Atas hasil itu, Komisi III DPR pun menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai ketua terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Jumat (13/9/2019) dini hari.
Irjen Firli Bahuri akan memimpin komisi antirasuah bersama empat komisioner KPK baru lainnya yakni Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango dan Lili Pintouli Siregar.
Namun, setelah terpilih sebagai Ketua KPK terjadi gelombang penolakan terhadap Firli Bahuri, termasuk dari pegawai KPK.
Di KPK, Firli Bahuri juga disebut melakukan pelanggaran etik berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/irjen-firli-bahuri-sempat-menuai-kontroversi-hingga-terpilih-jadi-ketua-kpk-periode-2019-2023.jpg)