Breaking News

Perempuan di Negara Ini Dipaksa Menikahi Banyak Laki-laki karena Kekurangan Perempuan

Setelah fenomena 'kekurangan wanita' terjadi di negara tersebut, hal lain pun menyusul, yaitu populernya poliandri di sana.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/YouTube/HotNews
Ilustrasi pengantin wanita 

Sebelumnya juga muncul kasus sadis. Terjadi penculikan, penyekapan, pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak perempuan berusia delapan tahun di India telah memicu perdebatan nasional.

Jenazah korban yang bernama Asifa Bano (8) ditemukan di tengah hutan di dekat kota Kathua, negara bagian Jammu dan Kashmir pada 17 Januari 2018 lalu.

Kepolisian pun telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Namun kasus yang awalnya sebatas kriminal, kini telah memicu perdebatan nasional dengan sebagian masyarakat menuntut keadilan bagi korban.

Sementara lainnya menyebut para tersangka yang telah ditahan telah diperlakukan tidak adil.

Konflik antara kedua kelompok pun kini berkembang menjadi perselisihan agama, karena korban yang berasal dari komunitas muslim dan para tersangka yang beragama Hindu.

Mengutip BBC, para tersangka yang ditahan termasuk seorang anak di bawah umur, pensiunan pejabat pemerintah, serta petugas kepolisian lokal.

Korban Asifa, adalah anak dari keluarga komunitas muslim nomaden yang hidup berpindah-pindah bersama dengan hewan ternak mereka.

Di musim dingin, tak jarang mereka berpindah ke hutan di Jammu untuk berlindung.

Hal tersebut beberapa kali menyulut perselisihan dengan komunitas Hindu yang ada di wilayah tersebut.

Perdebatan semakin luas setelah dua menteri dari partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) ikut hadir dalam aksi dukungan terhadap para tersangka.

Kritikan pun disampaikan salah seorang anggota parlemen India, Rahul Gandhi, yang sekaligus pemimpin oposisi dari partai Kongres Nasional India.

"Bagaimana bisa seseorang melindungi para penjahat yang seperti setan?" tulis Gandhi dalam akun Twitter-nya.

"Apa yang menimpa Asifa di Kathua adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh berakhir tanpa hukuman."

"Akan menjadi seperti apa kita jika kita membiarkan politik mempengaruhi terhadap tindakan brutal dan kejam pada anak-anak yang tidak berdosa?" tambahnya.

Kasus ini turut memicu gelombang aksi protes baik oleh kelompok yang membela korban maupun yang mendukung para tersangka.

Rahul Gandhi turut memimpin aksi pawai lilin di Delhi pada Kamis (12/4/2018) malam.

Aksi lain telah direncanakan untuk membawa perhatian pemerintah pada kejahatan brutal terhadap perempuan di India.

Kepala Komisi Perempuan Delhi, Swati Maliwal mengatakan akan melakukan aksi mogok makan dan menuntut keamanan yang lebih baik bagi perempuan dan anak-anak di negara itu.

Beberapa aktivis perempuan juga merencanakan protes di Delhi dan juga sejumlah kota lainnya.

Seribuan kasus pemerkosaan

Baru-baru ini juga menimpa seorang perempuan di negara bagian Bihar, India.

Dia dua kali diperkosa sekelompok pria yang sama.

Menurut korban, pada Jumat malam pekan lalu dia sedang sendirian di kediamannya di desa Narkatiaganj, distrik Champaran Barat, Bihar.

Saat itulah, tiga orang pria masuk dengan paksa ke kediamannya dan memperkosanya beramai-ramai.

Keesokan harinya, korban langsung bergegas ke kantor polisi setempat untuk melaporkan kasus perkosaan yang menimpa dirinya.

Namun, sepulangnya dari kantor polisi para pria itu datang dan mengancamnya. Mereka memaksa korban mencabut laporannya ke polisi tetapi perempuan itu menolak.

Sejumlah laporan menyebut pada Sabtu (15/12/2018) ketiga pria itu kembali datang ke kediaman perempuan tersebut

Mereka menodong gadis itu sebelum memperkosanya bersama-sama sebaga hukuman karena dia melaporkan perbuatan ketia pria itu.

Namun, dua kali diperkosa kelompok yang sama tak membuat perempuan itu takut dan dia langsung melapor kembali ke kantor polisi Shikarpur.

"Kami menanggapi masalah ini dengan amat serius dan sedang melakukan pengejaran. Para pelaku akan ditangkap dalam waktu nikah," kata perwira polisi, Jitendra Prasad.

Bukan kali ini saja kekerasan seksual terjadi di distrik Champaran.

Bulan lalu, seorang remaja perempua dibunuh usai diperkosa beramai-ramai di sebuah kebun tebu.

Menurut laporan resmi yang dikutip dari Kompas.com, hingga Agustus lalu sebanyak 1.065 kasus perkosaan diaporkan telah terjadi di Bihar.

Angka ini berarti setiap hari setidaknya empat orang perempuan diperkosa di negara bagian itu.

(Kompas.com/Suar.id)

Baca: CPNS 2019 Segera Dibuka, Intip Rincian Tunjangan dan Kenaikkan Gaji PNS Terbaru

Baca: Inilah Momen Detik-detik Perdamaian Hotman Paris dan Elza Syarief, Peran Sunan hingga Farhat Bungkam

Artikel ini telah tayang di Suar.id dengan judul Gara-gara Negaranya Mengalami Fenomena 'Kekurangan Wanita', Wanita Ini Dipaksa Poliandri Alias Menikahi Banyak Pria

Sumber: Suar.id
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved