Cerita Wartawan Senior Saat Pelantikan Presiden BJ Habibie, Prabowo Sempat Dilarang Masuk Istana
Kenangan tentang BJ Habibie semasa hidup mencuat ke publik. Satu diantaranya diungkapkan wartawan senior yang bertugas di Istana Negara, Joseph Osdar
"Tapi tidak diperkenankan karena masih bawa senjata," kata Joseph Osdar.
"Ada Pak TB Hasanuddin, ada Pak Sintong (Panjaitan). Yang meminta senjata waktu itu, Hermintoyo.Pak, tolong itu senjatanya taruh dulu di sini," imbuh Joseph Osdar meniru ucapan Hermintoyo.
Joseph Osdar mengaku kejadian tersebut memiliki kenangan tersendiri baginya. "Itu menjadi sejarah tersendiri," ujarnya.
Baca: BJ Habibie Wariskan Sikap Pemberontak ke Cucu, Melanie Subono Ucap Terima Kasih
Sejarah mencatat, BJ Habibibe dan Prabowo Subianto memang pernah punya hubungan tak harmonis di awal era reformasi.
BJ Habibie adalah sosok yang melengserkan Prabowo Subianto dari jabatan bergengsi, Panglima Kostrad.
Pelengseran Prabowo pun berlangsung dramatis. Hanya sehari setelah BJ Habibie dilantik jadi Presiden RI pada 22 Mei 2019.
BJ Habibie membuat keputusan besar dengan mencopot Letjen Prabowo Subianto dari jabatan Panglima Kostrad pada 23 Mei 1998.
Keputusan besar itu diambil Habibie setelah mendengar laporan Panglima ABRI Jenderal Wiranto mengenai pergerakan pasukan Kostrad secara besar-besaran dari luar kota menuju Jakarta.
Selain itu, sebagian di antara pasukan itu disebut telah "mengepung" kediaman Habibie di Kuningan dan Istana Kepresidenan.
Setelah memutuskan pencopotan Prabowo yang digantikan sementara oleh Letjen Johny Lumintang, Habibie mendapat laporan bahwa Prabowo ingin bertemu.
Habibie mengaku menyimpan kekhawatiran saat menantu presiden kedua RI Soeharto itu ingin bertemu.
"Bagaimana sikap dan tanggapan Pak Harto mengenai kebijakan saya menghentikan Prabowo dari jabatannya sebagai Pangkostrad? Apakah Beliau tersinggung dan menugaskan menantunya untuk bertemu saya," tulis Habibie dalam buku Detik-detik yang Menentukan. Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006).
Hal lain yang mengganggu pikiran Habibie adalah jika Prabowo membawa senjata. Menurut peraturan, siapa pun yang menghadap Presiden memang tidak diizinkan membawa senjata.
"Tentunya itu berlaku untuk Panglima Kostrad. Namun bagaimana halnya dengan menantu Pak Harto? Apakah Prabowo juga akan diperiksa? Apakah pengawal itu berani?" tulis Habibie.
Habibie juga berpikir, bisa saja dia menolak Prabowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wartawan-senior-joseph-osdar.jpg)