Soal 'Wisata Halal Danau Toba', Luhut Panjaitan: Kan Pak Gubernur Tak Ngomong Gitu, Kok Masih Ribut?
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang ditanya soal hal tersebut langsung menampiknya.
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.COM LAGUBOTI - Hingga saat ini hoaks wisata halal Danau Toba masih masih terus menjadi konsumsi netizen media sosial, khususnya juga masyarakat yang berdomisili di Kawasan Danau Toba.
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang ditanya soal hal tersebut langsung menampiknya.
“Kan Pak Gubernur tidak ngomong gitu. Kenapa sih mesti ribut. Sudah lah,” sebut Luhut setelah meresmikan operasional transportasi daring Grab di Toba Samosir, Jumat (6/9/2019) petang.
Luhut berharap, agar wacana itu tidak dikembang-kembangkan lagi.
Menurutnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun sudah menegaskan tidak pernah mengatakan hal tersebut.
Luhut menganjurkan, lebih baik memikirkan pengembangan Kawasan Danau Toba.
“Banyak pekerjaan lain yang lebih penting dari hanya sekedar bicara itu saja,” ungkapnya.
Selain itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing wacana tersebut.
“Saya imbau untuk kita, jangan dikembangkan lagi,” anjurnya.
Baca: Polemik Wisata Halal di Danau Toba, Edy Rahmayadi Sebut Hoax Terjelek, Begini Pernyataannya
Baca: Bupati Terkelin Brahmana Dukung Gubernur Edy Rahmayadi Soal Wisata Halal di Danau Toba
Beberapa hari lalu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membantah dirinya ada mengungkapkan soal konsep wisata halal kepada publik. Apalagi seperti yang dituduhkan masyarakat, yakni wisata Syariah di Danau Toba.
Akibat wacana itu, bahkan ada yang menyebut merusak adat Batak dan menuding Edy Rahmayadi akan meng-Islam-kan Danau Toba.
“Ini adalah hoaks yang sangat jelek. Fitnah yang sangat jelek. Saya Gubernur Sumaera Utara, saya sesadar-sadarnya rakyat saya ini beragam. Karena ada kabupaten yang mayoritas Muslim, yang mayoritas Nasrani dan itulah yang ada di Sumut,” ujar Edy saat ditemui wartawan di DPRD Sumut, Rabu 4 September 2019 lalu.
Saat itu, Edy menegaskan tidak ada melakukan penerapan Syariah Islam di Danau Toba. Edy mengaku sangat paham kawasan Danau Toba mayoritas warganya beragama Nasrani.
“Kalau ada orang yang inginkan hal itu, tak sehat itu. Apa sih arti syariah dan Halal. Waduh, yang ngomong juga mungkin gak ngerti itu,” tukasnya.
“Kabupaten yang mayoritas Muslim saja tidak bisa kita lakukan itu. Apalagi itu. Apa anda pernah mendengar saya mau membuat Danau Toba Syariah gitu. Pernah dengar ?,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/luhut-panjaitan-saat-meresmikan-operasional-transportasi-daring-grab-di-toba-samosir.jpg)