News Video

Demonstran Berani 'Debat Panas' dengan Gubernur Edy padahal sudah Diancam Diperkarakan ke Polisi

Perdebatan antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan perwakilan demonstran di Press Room Kantor Gubernur Sumut ramai dibicarakan di media sosial.

Penulis: Satia | Editor: Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.COM - Perdebatan antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan perwakilan demonstran di Press Room Kantor Gubernur Sumut ramai dibicarakan di media sosial.

Mayoritas warganet memuji keberanian warga.

Sejak awal Edy Rahmayadi sudah menegaskan akan memperkarakan pria itu jika tuduhannya keliru.

Bahkan Edy langsung menunjuk polisi yang ada di ruangan untuk menyaksikan jalannya diskusi.

Meski demikian, pria itu tak mengurangi sedikit pun nada berbicaranya.

Bahkan beberapa kali ia 'berani' menyangga ucapan mantan Pangkostrad.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Terima Audensi Demonstran, Gubernur Edy Rahmayadi Ungkap Alasan Kenapa Tak Pecat Arsyad Lubis

Edy Rahmayadi Mengaku Bukan Gubernur Kaleng-kaleng, Tak Mau Disamakan Dengan Gubernur Sebelumnya

Ternyata video itu adalah rekaman tertanggal 27 Agustus 2019.

Pembahasaan mengenai Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) meminta kepada Edy Rahmayadi segera mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis.

Mereka menduga Arsyad Lubis melakukan praktik-praktik korupsi terhadap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) paa tahun 2018.

Hal tersebut, diteruskan para pengunjukrasa setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit dan menemukan kejanggalan tehadap dana BOS.

Edy Rahmayadi mengatakan, tidak bisa langsung memecat Arsyad Lubis karena ada aturan yang harus dilakukan untuk bisa memberhentikan ASN dari jabatannya.

"Kenapa kau suruh pecat Arsyad? Kalau benar adanya penetapan BPK dia langsung diproses hukum," kata Edy.

Ia mengatakan, apabila langsung melakukan pemecatan tanpa didasari dengan aturan yang resmi, artinya melawan hukum.

"Saya ganti dia (Arsyad) bukan waktu dia pensiunan akan menjadi persoalan," sambungnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui usai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (22/8/2019).
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui usai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (22/8/2019). (Tribun Medan / Satia)

Antara Wisata Halal Danau Toba dan Festival Babi pada 25 Oktober Mendatang

Viral Abu Janda Komentari Tak Perlu Wisata Halal di Kawasan Danau Toba, Respons Pemprov Sumut Begini

Dalam pernyataan sikap yang dilayangkan oleh para pengunjukrasa, Arsyad Lubis telah melakukan tindakan-tindakan korupsi dengan cara yang tidak wajar.

Di antaranya menempatkan uang dana BOS pada rekening yang berbeda.

Dengan menyimpan uang pada tiga rekening bank yang berbeda, tidak menutup kemungkinan Arsyad Lubis meraup pundi-pundi korupsi dengan cara mendepositokan.

"Uang itu sengaja disimpan oleh Arsyad Lubis di tiga rekening yang berbeda untuk mendapatakan deposit selama setahun," kata koordinator aksi, Eka Armada

Eka juga mengatakan, bahwa uang itu sengaja tidak disalurkan selama setahun untuk bisa mendapatkan bunga dari bank.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi isteri saat meninggalkan pendopo Lapangan Merdeka, Jalan Balaikota, Kota Medan, Sabtu (17/8/2019).
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi isteri saat meninggalkan pendopo Lapangan Merdeka, Jalan Balaikota, Kota Medan, Sabtu (17/8/2019). (Tribun Medan /Satia)

Edy Rahmayadi Mengaku Bukan Gubernur Kaleng-kaleng, Tak Mau Disamakan Dengan Gubernur Sebelumnya

Buruh Demo ke Kantor Edy Rahmayadi: Kami Bukan Kaleng-kaleng. .

BUKAN KALENG-KALENG

Edy Rahmayadi mengaku bukan kaleng-kaleng dalam memimpin pemerintahan.

Ia juga tidak mau disamakan dengan kepala daerah sebelumnya.

Dirinya juga menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bukan abal-abal.

"Ini Pemprov bukan abal-abal ini. Dan saya bukan gubernur kaleng-kaleng ini," ujarnya.

Para mahasiswa melakukan unjukrasa di depan kantor gubernur untuk meminta kepada Edy Rahmayadi segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis dan Kepala Dinas Perhubungan Haris Lubis.

Kemudian, Edy Rahmayadi meminta kepada Haris Lubis untuk segera menjawab pertanyaan yang telah dilayangkan oleh para pengunjukrasa.

"Kau jawab itu," ujarnya.

Lalu, Haris Lubis menjawab pertanyaan yang telah dilayangkan oleh pengunjukrasa.

Namun, jawabannya berbelit-belit sehingga membuat Edy Rahmayadi tidak paham apa yang dirinya sampaikan.

"Kau jawab aja itu, kau dibilang korupsi," ujarnya.

Lanjut Edy, bila ada kepala dinas yang sudah ketahuan melakukan korupsi, dirinya tidak segan-segan langsung mencopot dari jabatan.

Karena, Edy tidak mau di masa kepemimpinannya dicap buruk, lantaran para kepala dinas melakukan korupsi.

"Kalau ketahuan memang dia nyata dan menyalahi hukum hari ini juga dia langsung saya pecat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved