Aulia Kesuma Merasa Lega Seusai Bunuh Suami dan Anak Tiri, Akui Ucap Alhamdulillah Dalam Hati

Aulia Kesuma mengaku lega seusai menghabisi nyawa suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana

Editor: Juang Naibaho
(KOMPAS.com/BUDIYANTO)
Aulia Kesuma Merasa Lega Seusai Bunuh Suami dan Anak Tiri, Akui Ucap Alhamdulillah Dalam Hati 

Aulia Kesuma Merasa Lega Seusai Bunuh Suami dan Anak Tiri, Akui Ucap Alhamdulillah Dalam Hati

TRIBUN MEDAN.com - Fakta baru soal kesadisan istri muda menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suami dan anak tirinya, kembali terkuak.

Otak pembunuhan Aulia Kesuma (45) mengaku lega seusai menghabisi nyawa suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).

Aulia Kesuma merasa lega karena rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, justru disita oleh bank guna melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.

Adapun total utang Aulia Kesuma mencapai Rp 10 miliar. Setiap bulan, ia harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta.

Pengakuan itu disampaikan Aulia dalam wawancara kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

"Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati. Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan," kata Aulia Kesuma.

Baca: TERUNGKAP Percakapan Via Telepon Sopir Dump Truk Penyebab Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Baca: Elza Syarief dan Farhat Abbas Melapor ke Mabes Polri, Ejek Hotman Paris Kebanyakan di Warung Kopi

Baca: Gelar Festival Babi di Danau Toba, Togu Simorangkir: Semua Kita Bisa Bergembira

Ucapan Aulia Kesuma membuat penyidik yang mendengar pengakuannya, geleng-geleng kepala.

Aulia mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut.

Ia memberanikan diri untuk meminta Pupung Sadili menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Pupung Sadili.

Atas penolakan tersebut, Aulia Kesuma merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana.

"Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya.

"Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)," imbuh Aulia.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi akan mengagendakan pemeriksaan kejiwaan Aulia terkait pernyataan pelaku.

"Tentunya memang dibutuhkan penyidik, akan kami lakukan segera ya, untuk pemeriksaan psikologi AK," ungkap Argo.

Baca: Seorang Pria Ketahuan Selingkuh Setelah Surat Tilang Dikirim Polisi ke Rumah,

Baca: Jejak Bupati Muara Enim Ahmad Yani; Gagas Ikrar, Terbitkan Aturan Antikorupsi, Kini Kena OTT KPK

Terungkap juga, mulanya rencana jahat Aulia untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya dilakukan dengan cara disantet. Aulia meminta bantuan santet dari suami mantan asisten rumah tangganya yang berinisial RD.

Ia bahkan memberikan uang bayaran senilai Rp 40 juta kepada RD. Kendati demikian, rencana santet itu tak mampu menghabisi nyawa Edi dan Dana.

Oleh karena itu, Aulia langsung beralih ke rencana kedua pembunuhan dengan cara ditembak menggunakan senjata api. Aulia kembali meminta bantuan RD untuk mencarikan senjata api sekaligus pembunuh bayaran.

Rencana kedua itu kembali gagal karena Aulia tak mampu membeli senjata api senilai Rp 50 juta.

Setelah dua rencana sebelumnya gagal, Aulia pun memutuskan membunuh Edi dan Dana dengan cara diracun dan dibakar.

Aulia meminta bantuan anaknya, Kelvin, dan dua pembunuh bayaran berinisial S dan A untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.

Pupung dan Dana pun dibunuh dengan cara diracun menggunakan 30 butir obat tidur jenis vandres.

Setelah diracun, keduanya dibekap di rumahnya di Lebak Bulus.

Kedua korban kemudian dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat, oleh Aulia Kesuma dan Kelvin, untuk dibakar di dalam mobil.

Kelvin hingga kini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur karena terkena luka bakar saat berusaha membakar ayah tirinya yang sudah tak bernyawa di dalam mobil.

Selain Aulia dan Kelvin, polisi telah menangkap S dan A, pembunuh bayaran untuk menghabisi Edi.

Kedua pembunuh bayaran itu ditangkap di Lampung oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung. Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Pupung Sadili saat berpose bersama istrinya Aulia Kusuma alias AK. Istri sewa algojo untuk membunuh suaminya sendiri
Pupung Sadili saat berpose bersama istrinya Aulia Kusuma alias AK. Istri sewa algojo untuk membunuh suaminya sendiri (Facebook/Pupung Sadili)

Pembunuh Bayaran Sempat Tak Tega

Pembunuh bayaran yang disewa Aulia Kesuma gagal saat berupaya membakar jasad Pupung Sadili dan Dana.

Merasa tak tega, pembunuh bayaran itu memadamkan obat nyamuk yang digunakan untuk membakar jasad Pupung dan Dana. Pemadaman dilakukan dengan diludahi.

Hal itu disampaikan Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto pada Senin (2/9/2019).

Suyudi menjelaskan, Aulia Kesuma dan tersangka lainnya berencana membakar rumah untuk membuat orang-orang mengira Pupung dan Dana tewas karena kebakaran.

Mereka pun menyiapkan barang untuk membakar kediaman Pupung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Yakni tiga obat nyamuk spiral dan tiga kain yang telah disiram bensin.

Aulia Kesuma berharap rumah di Lebak Bulus terbakar selang 12 jam setelah dinyalakan pada Sabtu (24/8/2019) pukul 07.00 WIB.

"Perencanaan berikutnya adalah membakar rumah seolah-olah meninggal karena terbakar. Dibuatlah tiga komponen pembakar dengan obat nyamuk spiral dan diletakkan kain yang sudah disiram bensin di samping obat nyamuk," tutur Suyudi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Tiga obat nyamuk tersebut kemudian diletakkan di ruang berbeda, yaitu kamar Pupung di lantai satu, kamar Dana di lantai dua, dan garasi.

Baca: Penggemar Liverpool di Situs Rousing The Kop Minta Salah Dijual, Ini 3 Pemain yang Bisa Dibeli

Baca: VIRAL Pria Terobos Kamar Pengantin, Tak Rela Wanita yang Dipacari 6 Tahun Dinikahi Pria Pilihan Ortu

Namun, seorang pembunuh bayaran berinisial S merasa tak tega dan memilih memadamkan obat nyamuk tanpa sepengetahuan Aulia Kesuma.

"Namun saat obat nyamuk dibakar, S berubah pikiran, timbul ketidaktegaan. Obat nyamuk di garasi dan di kamar ED (Pupung) dimatikan dengan cara diludahi," ungkap Suyudi.

Obat nyamuk tersebut hanya membakar kamar Dana di lantai dua.

Peristiwa itu sempat diketahui warga dan api berhasil dipadamkan pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB.

Karena rencana gagal, jasad Pupung dan Dana kemudian dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat untuk dibakar di dalam mobil.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Polisi sampai Geleng-geleng Kepala saat Aulia Kesuma Ngaku Lega seusai Bunuh Suami dan Anak Tirinya

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved