Ternyata Kelvin Bukan Anak Kandung Aulia Kesuma, Dibawa ke RSPP Alasan Rumah Dilalap Jago Merah
Kepolisian menguak fakta baru tentang Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin, pelaku pembunuhan dan pembakaran jenazah Edi Candra Purnama dan Dana
Baca: Ada Salah Catat Saat Pengurusan Mualaf, Aulia Kesuma Kini Akui Tersangka Kelvin Sebagai Anak Kandung
TRIBUN MEDAN.com - Kepolisian menguak fakta baru tentang Aulia Kesuma (35) dan Geovanni Kelvin (18), pelaku pembunuhan dan pembakaran jenazah Edi Candra Purnama (54) dan anaknya Mohamad Adi Pradana (23).
Geovanni Kelvin ternyata adalah keponakan dari Aulia Kesuma, bukan anak kandung yang santer diberitakan di media massa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono meluruskan bahwa hubungan Aulia Kesuma dengan Geovanni Kelvin adalah tante dengan keponakan.
"Itu (Kelvin) bukan anaknya tapi itu tantenya, bukan anaknya," ungkap Argo.
Adapun Kelvin berperan mencecoki minuman keras kepada Dana kemudian membekapnya.
Kelvin juga berperan membakar mobil berisi mayat Edi dan Dana. Namun, saat membakar mobil itu, Kelvin juga terkena samabaran api sehingga mengalami luka sekitar 30 persen dan kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.
Kelvin telah diperiksa penyidik kepolisian.
Baca: PAPUA TERKINI - Kontak Senjata, 1 TNI Tewas 2 Polisi Luka, Panglima TNI Mau Dialog, Egianus Kogoya?
Baca: Ronald Sinaga Penagih Utang yang Kirim Karangan Bunga ke Pesta Nikah Blak-blakan di Acara Brownis
Petugas jaga Burn Unit (BU) di RSPP Jakarta, mengatakan Geovanni Kelvin dibawa ke RSPP dalam kondisi mengalami luka bakar pada Minggu siang.
Kevin masuk RSPP melalui instalasi gawat darurat (IGD). Ia mengalami luka bakar di bagian betis kaki kiri dan kanan, pergelangan tangan, bagian wajah dan kepala belakang.
Sosok perempuan yang mengantarkan ke RSPP menyebutkan Geovanni Kelvin terbakar gara-gara rumahnya dilalap si jago merah.
Belakangan diketahui yang mengantar Geovanni Kelvin ke RSPP adalah Aulia Kesuma.
Selain itu, petugas jaga Burn Unit (BU) di RSPP Jakarta, juga mengungkapkan adanya serombongan polisi dipimpin Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, yang tiba-tiba datang pada Senin (26/8/2019) sore.
Kedatangan mereka hendak menginterogasi pasien bernama Geovanni Kelvin. Dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Kevin disebut-sebut berusia 18 tahun.
Nasriadi mengakui datang ke RSPP terkait kasus pembunuhan dan pembakaran Edi Candra Purnama dan anaknya Mohamad Adi Pradana.
Sebelum datang ke RSPP, Kapolres Sukabumi telah menangkap Aulia Kesuma, ibu Kevin.
"Betul, saya yang memimpin penangkapan," ujar AKBP Nasriadi, Selasa (27/8/2019).
Kepada polisi, Kevin mengaku terlibat dalam kasus pembakaran mobil berisi jenazah Pupung dan Pradana.
Karena masih mengalami luka serius, Kevin tetap dirawat di RSPP namun mendapat penjagaan ketat polisi.
Kepala Manajemen Bisnis RSPP, Agus W Susetyo, mengakui Kevin mendapat penjagaan ketat polisi.
"Dari Polda Metro Jaya menjaga 24 jam. Kepolisian juga selalu koordinasi dengan pihak sekuriti," kata Agus di kantornya.
Ia menjelaskan, polisi yang berjaga di depan ruang perawatan Kevin tidak mengenakan seragam dinas. "Berpakaian biasa. Ketika ada yang mendekat, baru mereka bertanya apa keperluannya," ujarnya.
Baca: 4 Polisi di Medan Dipecat Secara Tidak Hormat, TONTON VIDEO. .
Utang Rp 7 Miliar
Sementara itu, motif Aulia Kesuma terlilit utang sehingga nekat sewa 4 orang pembunuh bayaran untuk menghabisi suami dan anak tirinya, dibeberkan kepolisian.
Dikutip dari Wartakotalive, Aulia Kesuma terlilit utang hingga Rp 7 miliar. Setiap bulannya, Aulia Kesuma harus mencicil Rp 200 juta.
Kondisi itu membuat Aulia Kesuma akhirnya meminta sang suami, Pupung Sadili menjual rumah senilai Rp 26 miliar di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Namun, permintaan itu ditolak Pupung Sadili.
Alasannya antara lain, Pupung Sadili memiliki anak dari pernikahan sebelumnya, yakni M Adi Pradana alias Dana, yang akhirnya turut dibunuh.
Selain itu, Pupung Sadili sempat mengancam akan membunuh AK jika menjual rumahnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan informasi Aulia Kesuma terlilit utang Rp 7 miliar dan wajib mencicil Rp 200 juta per bulan. "Infonya seperti itu. Tapi nanti akan dipastikan dan dicek lagi," kata Argo Yuwono, Selasa (27/8/2019) malam.
Argo Yuwono mengatakan, motif pembunuhan karena Aulia Kesuma karena terlilit utang Rp 7 miliar. Sehingga, ia ingin menjual rumah mereka di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk melunasi utangnya.
Namun, korban Pupung Sadili menolak menjual rumahnya di Lebak Bulus yang bernilai Rp 26 miliar.
"Terkait pembunuhan di Lebak Bulus, pada intinya awal kasus ini adalah ada suatu keluarga suami istri, yang memiliki anak masing-masing sebelumnya hidup dalam satu rumah tangga. Kemudian istri inisial AK (Aulia Kesuma) ini mempunyai utang, sehingga dia ingin menjual rumah mereka," papar Argo Yuwono.
"Tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju. Dan dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh," imbuhnya.
Menurut Argo Yuwono, hal itu diketahui berdasarkan keterangan sementara yang diberikan Aulia Kesuma kepada penyidik.
Argo mengungkapkan, Aulia Kesuma merasa kesal dengan penolakan itu.
Baca: Dituding Raba Paha Siswa hingga Panggil Sayang, Ini Tanggapan Kepala Sekolah Al Jamiyatul Washliyah
Aulia Kesuma kemudian meminta bantuan suami mantan pembantunya untuk mendatangkan pembunuh bayaran dari Lampung guna menghabisi nyawa suami dan anaknya.
"Yang bersangkutan (AK) pernah mempunyai pembantu, pembantu ini sudah tidak ada lagi di situ (di rumahnya). Dia (pembantunya) seorang perempuan dan suami pembantu ini disuruh menghubungi dua orang yang ada di Lampung," ungkap Argo.
Dua pembunuh bayaran berinisial S dan A kemudian datang ke Jakarta menggunakan travel. Keduanya bertemu Aulia Kesuma dalam mobil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Aulia Kesuma menjanjikan bayaran Rp 500 juta untuk membunuh suami dan anaknya. "Akhirnya di dalam mobil, deal (setuju) untuk membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar Rp 500 juta," ungkap Argo.
Pupung dan anaknya, Dana, akhirnya dibunuh di rumah di Lebak Bulus tersebut.
Argo mengatakan, tersangka Kelvin sebelumnya memberikan minuman keras kepada Dana. Tersangka KV membunuh Dana atas perintah Aulia Kesuma.
"Istri korban (AK) menyuruh si KV itu untuk memberi minuman keras kepada korban dengan inisial D. Akhirnya D mabuk dan enggak sadar, kemudian dibekap," kata Argo.
Pupung Sadili dibunuh dengan cara memberikan minuman yang telah diracun oleh dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.
"Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban (Edi) di minunan dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak," ujar Argo.
Selanjutnya, kedua korban dibawa menggunakan mobil ke kawasan Sukabumi. "Setelah sampai di Gunung Cidahu, Sukabumi, kemudian mayat dua orang itu dibakar oleh tersangka KV," ungkap Argo.
Saat ini, sudah ada empat pelaku yang diamankan polisi. Dua orang di antaranya yakni Aulia Kesuma dan Kelvin.
Aulia Kesuma ditangkap di Jakarta oleh Polda Jawa Barat dan sudah dibawa ke Bandung.
Baca: Saat Vanessa Angel Jawab Nyinyiran Minta Dihangatin, Pamerkan Bentuk Tubuh Pakai Bikini
Sementara Kelvin hingga kini masih menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina karena terkena luka bakar saat berusaha membakar ayah tirinya yang sudah tak bernyawa di dalam mobil.
Dua tersangka lainnya, yakni S dan A. Mereka merupakan pembunuh bayaran atas perintah Aulia Kesuma. Tersangka S dan A ditangkap di Lampung Timur, oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung.
Kedua tersangka pembunuh bayaran itu tiba di Polda Metro Jaya, Selasa (27/8/2019) pukul 19.07 WIB. Keduanya tiba tanpa menggunakan alas khaki dan dalam kondisi luka tembak pada bagian kaki.
Kedua tersangka hanya tertunduk dan memilih diam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Mereka pun langsung dibawa masuk ke ruangan penyidikan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Geovanni Kelvin Ternyata Bukan Anak Aulia Kesuma, Berbohong saat Antar ke RSPP Karena Luka Bakar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/terungkap-cara-polisi-tangkap-otak-pelaku-pembunuh-bayaran-selain-aulia-kesuma-habisi-ayah-dan-anak.jpg)