Ternyata Kelvin Bukan Anak Kandung Aulia Kesuma, Dibawa ke RSPP Alasan Rumah Dilalap Jago Merah

Kepolisian menguak fakta baru tentang Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin, pelaku pembunuhan dan pembakaran jenazah Edi Candra Purnama dan Dana

Editor: Juang Naibaho
kolase/tribun bogor
TERUNGKAP CARA Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembunuh Bayaran Selain Aulia Kesuma, Habisi Ayah dan Anak. foto: Aulia Kesuma diduga otak pelaku pembunuhan suami dan anak tirinya, Pupung Sadili dan M Adi Pradana 

"Tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju. Dan dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh," imbuhnya.

Menurut Argo Yuwono, hal itu diketahui berdasarkan keterangan sementara yang diberikan Aulia Kesuma kepada penyidik.

Argo mengungkapkan, Aulia Kesuma merasa kesal dengan penolakan itu.

Baca: Dituding Raba Paha Siswa hingga Panggil Sayang, Ini Tanggapan Kepala Sekolah Al Jamiyatul Washliyah

Aulia Kesuma kemudian meminta bantuan suami mantan pembantunya untuk mendatangkan pembunuh bayaran dari Lampung guna menghabisi nyawa suami dan anaknya.

"Yang bersangkutan (AK) pernah mempunyai pembantu, pembantu ini sudah tidak ada lagi di situ (di rumahnya). Dia (pembantunya) seorang perempuan dan suami pembantu ini disuruh menghubungi dua orang yang ada di Lampung," ungkap Argo.

Dua pembunuh bayaran berinisial S dan A kemudian datang ke Jakarta menggunakan travel. Keduanya bertemu Aulia Kesuma dalam mobil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Aulia Kesuma menjanjikan bayaran Rp 500 juta untuk membunuh suami dan anaknya. "Akhirnya di dalam mobil, deal (setuju) untuk membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar Rp 500 juta," ungkap Argo.

Pupung dan anaknya, Dana, akhirnya dibunuh di rumah di Lebak Bulus tersebut.

Argo mengatakan, tersangka Kelvin sebelumnya memberikan minuman keras kepada Dana. Tersangka KV membunuh Dana atas perintah Aulia Kesuma.

"Istri korban (AK) menyuruh si KV itu untuk memberi minuman keras kepada korban dengan inisial D. Akhirnya D mabuk dan enggak sadar, kemudian dibekap," kata Argo.

Pupung Sadili dibunuh dengan cara memberikan minuman yang telah diracun oleh dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.

"Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban (Edi) di minunan dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak," ujar Argo.

Selanjutnya, kedua korban dibawa menggunakan mobil ke kawasan Sukabumi. "Setelah sampai di Gunung Cidahu, Sukabumi, kemudian mayat dua orang itu dibakar oleh tersangka KV," ungkap Argo.

Saat ini, sudah ada empat pelaku yang diamankan polisi. Dua orang di antaranya yakni Aulia Kesuma dan Kelvin.

Aulia Kesuma ditangkap di Jakarta oleh Polda Jawa Barat dan sudah dibawa ke Bandung.

Baca: Saat Vanessa Angel Jawab Nyinyiran Minta Dihangatin, Pamerkan Bentuk Tubuh Pakai Bikini

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved