Prabowo Aja Oke, Eh Malah Fadli Zon Nyinyir Mobil Esemka Gak Jadi, Apalagi Pindah Ibu Kota?
WAKIL Ketua DPR Fadli Zon mengkritik rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur oleh Presiden Jokowi.
Pemerintah telah lakukan kajian mendalam, dan kita intensifkan studi dalam tiga tahun terakhir.
Hasil kajian menyimpulkan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di kabupaten Kutai Kartanagara Provinsi Kalimatan Timur.
Kenapa di Kaltim?
1. Risiko bencana minimal. Baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran, gunung berapi, dan tanah longsor.
2. Berada di tengah-tengah Indonesia.
3. Berdekatan dengan wilayah perkotaan yang berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda.
4. Memiliki infrastruktur yang relatif lengkap.
5. Tersedia lahan 180 ribu hektare.
Pembangunan ibu kota baru bukan satu-satunya upaya pemerintah kurangi kesenjangan Pulau Jawa dan luar Jawa.
Karena, selain itu pemerintah akan bangun industrialisasi berbasis hilirisasi sumber daya alam.
Jakarta akan tetap jadi prioritas pembangunan dan dikembangkan bisnis, keuangan, menjadi skala regional dan global.
Rencana Pemprov lakukan urban regeneration yang dianggarkan Rp 571 triliun tetap terus dijalankan, dan pembahasan sudah pada level teknis dan siap dieksekusi.
Saya paham pemindahan ibu kota termasuk lokasinya membutuhkan dukungan dan persetujuan DPR.
Oleh sebab itu, tadi pagi saya sudah kirim surat kepada DPR dilampiri hasil kajian mengenai calon ibu kota baru tersebut.
Sehubungan dengan itu, pemerintah akan siapkan Rancangan Undang-undangnya untuk disampaikan kepada DPR. (Taufik Ismail)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Fadli Zon: Mobil Esemka Saja Enggak Jadi, Apalagi Pemindahan Ibu Kota?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dulu-fadli-zon-bilang-rakyat-tak-makan-infrastruktur.jpg)