BREAKING NEWS: Pelajar Al Jamiyatul Washliyah Minta Kepala Sekolah Dipecat Terkait Pelecehan Seksual

Dalam aksi para siswa tersebut terlihat membawa poster bertuliskan kaitan kasus pelecehan seksual hingga berujung pemecatan terhadap siswa.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
BREAKING NEWS: Pelajar Al Jamiyatul Washliyah Minta Kepala Sekolah Dipecat Terkait Pelecehan Seksual. Puluhan pelajar Al Jamiyatul Washliyah melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman sekolah, Rabu (28/8/2019). 

"Siswa ini (Fajar) sudah dikeluhkan oleh pihak guru. Di mana siswa tersebut tidak mau belajar, absensi banyak. Dari rumah dikatakan ia sekolah namun ia malah diparkiran saja," ujarnya saat ditemui di ruang pertemuan guru.

Lebih lanjut dijelaskan Kepala Sekolah, karena dari kelas dua dan mau naik ke kelas tiga.

Guru-guru sudah mengatakan bahwa ia tidak naik kelas.

Baca: Manfaatkan Pindah Ibu Kota, Agung Podomoro Langsung Kampanyekan Borneo Bay City di Kaltim

Baca: Punya Riwayat Cedera Menahun, PSMS Medan Coret Febry Ryan Tama

"Kami memberikan surat panggilan namun surat tersebut tidak diindahkan oleh orang tuanya. Guru-guru mengeluh karena tingkahnya. Jadi kami naikkan dengan catatan kenaikan bersyarat. Kami melihat selama tiga bulan ini bagaimana dengan perkembangannya. Namun akhlak, sopan santun itu tidak ada. Ia juga jika dirinya sendiri tidur ketika proses belajar berlangsung," ungkapnya.

"Pemecatan tersebut merupakan hasil musyawarah sebelumnya. Di mana siswa tersebut sudah banyak masalah lainnya yang dibuatnya," kata Mulkan Hamid.

Hal senada juga disampaikan Wakil Perguruan Bidang Kurikulum Muhammad Nasir (53) terkait pemecatan terhadap siswa tersebut.

"Peristiwa demo benar terjadi. Di mana di sini ada dua hal yang berbeda. Pertama tuduhan pelecehan seksual dan yang ke dua pemecatan terhadap siswa," katanya.

Lanjut Nasir, aksi mereka ini diduga adanya oknum yang menunggangi.

"Siswa tidak mau mendengarkan arahan kita. Melainkan mendengarkan ke pihak ke tiga. Kalau mereka mau mempermasalahkan (dugaan pelecehan seksual) seharusnya mereka melaporkan kepada pihak perguruan maupun kepolisian," jelasnya.

Dalam tuntutan siswa, lanjut Nasir di mana meminta kepala sekolah turun.

"Dari mana mereka punya pemikiran tersebut kalau tidak dari pihak ke tiga. Seharusnya mereka melapor ke kita (perguruan) maka akan dipelajari. Karena kami juga memiliki sangsi baik ringan hingga berat. Oleh sebab itu kami mencari siapa dalangnya. Maka kami minta para siswa agar menghadirkan pihak ketiga tersebut," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved