News Video
Pasien Kritis di Kotapinang Dirujuk dengan Pikap karena Ambulans tak Tersedia, VIDEONYA VIRAL. .
Dari rekaman yang beredar, pasien dalam kondisi kritis. Pria itu dibantu alat pernafasan dan infus.
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Pasien Kritis di Kotapinang Dirujuk dengan Pikap karena Ambulans tak Tersedia, VIDEONYA VIRAL. .
TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang pasien laki-laki mendapat perawatan di atas pikap.
Videonya menjadi pembahasan lantaran seharusnya perawatan itu di lakukan di ambulans.
Dari rekaman yang beredar, pasien dalam kondisi kritis.
Pria itu dibantu alat pernafasan dan infus.
Sesekali dada pasien dielus oleh perawat.
Tonton videonya;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Kepsek di Medan Diduga Lakukan Pelecehan Seksual kepada Siswi, Raba Paha hingga Chat Kata SAYANG
Pemancing Kaget Temukan Ikan Diduga Alligator di Sungai Bilah Labuhanbatu
Dilansir dari hetanews.com, pasien bernama D. Situmorang, warga Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Awalnya D. Situmorang dirawat di RSUD Kotapinang.
Kondisi semakin menurun, D. Situmorang terpaksa dirujuk ke RSUD Rantauparapat, Labuhanbatu, pada 27 Agustus 2019.
Perjalanan rujukan terpaksa menggunakan mobil pikap lantaran ambulans rumah sakit sedang dipakai.
Akhirnya Buronan KPK Kasus Suap terhadap Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap Ditangkap
BERITA KESEHATAN: Pemicu Asam Urat, Obat Asam Urat dan Makanan Wajib Dihindari Selain Jeroan & Udang
Bopong jenazah
Puskesmas Cikokol, Tangerang, menolak untuk meminjamkan ambulans untuk mengantar jenazah Husein (8) korban tenggelam di Sungai Cisadane Tangerang ke rumah duka.
Pihak keluarga korban yang bingung, langsung bawa pulang jenazah ke rumah duka dengan membopongnya menuju rumah duka di Kampung Kelapa, Kota Tangerang.
Pihak puskesmas menyebut ambulans hanya digunakan untuk membawa pasien yang masih hidup.
Setelah lebih dari satu jam telantar di puskesmas, pihak keluarga pun memutuskan membawa pulang jenazah sendiri tanpa bantuan dari puskesmas.
Video lengkapnya;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Kasatpol PP yang Diancam Tembak Kombes Iwan Eka Ternyata Alumni Akabri 87, Leting Kapolri dan Kasad
Detik-detik Satpam Tewas Dipatuk Ular, Iskandar Sempat Bercanda dengan Pegang Kepala Weling Bite
Bagaimana Nasib PON 2020 di Papua?
Sang ayah langsung membopong jenazah ke luar puskesmas, dan hendak berjalan kaki menuju rumah duka.
Pada tayangan tersebut terlihat sang ayah mengenakan jaket hitam, membopong jenazah yang hanya dibalut kain batik.
Saat hendak melewati jembatan penyebrangan, seorang warga merasa iba dan meminjamkan mobil untuk membawa pulang jenazah Husein.
Pria berjaket hitam itu pun langsung turun dari jembatan penyebrangan, dan masuk ke mobil hitam yang bersedia menolongnya.
Saat diwawancarai, petugas puskesmas mengaku apa yang dilakukan sudah sesuai dengan standar operasional yang ada.
"Ambulans itu untuk mengangkut orang yang bernyawa.
Nah tapi kalau jalurnya udah enggak ada, ada khusus mobil jenazah. Enggak bisa soalnya ada aturannya masing-masing," jelas Petugas Puskesmas Cikokol, Suryadi.
Dikutip TribunWow.com dari Wartakotalive.com, Minggu (25/8/2019), Kepala Dinas Kesehatan Liza Puspitadewi menyebut alasan pihak puskesmas tidak mengantar jenazah dengan ambulans, sudah sesuai dengan standar operasioal prosedur (SOP) Dinas Kesehatan Kota Tangerang.
Ia juga menjelaskan, bahwa ambulans hanya diperuntukan untuk pasien dalam kondisi kegawatdarutaran, dan memerlukan penanganan cepat.
Selain itu, beberpa peralatan medis di dalam ambulans harus dijaga, supaya tetap steril sehingga tidak bisa untuk membawa jenazah.
"Ditambah di dalam mobil ambulans banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril," jelas Liza, Sabtu (24/8/2019).
Ia juga menyebut bila mobil ambulans digunakan untuk mengangkut jenazah, maka ditakutkan akan berpengaruh pada perlengkapan medis yang ada di dalamnya.
"Kalau digunakan untuk jenazah, khawatir akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulans tersebut," ucap Liza.
Liza menjelaskan bahwa pihak pemkot memiliki layanan mobil jenazah gratis, yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.
"Selain ambulans, Pemkot juga telah menyediakan fasilitas mobil jenazah melalui panggilan darurat 112," jelas Liza.
Atas kejadian tersebut, Liza menyampaikan permohonan maaf pada pihak keluarga jenazah Husein.
"Mewakili Pemkot Tangerang, saya mohon maaf kepada keluarga korban yang tenggelam," ucap Liza.
Sebelumnya Husein diketahui tenggelam saat berenang, bersama dengan temannya di Sungai Cisadane.
Husein berhasil ditemukan terlebih dahulu dalam kondisi tidak bernyawa.
Sedangkan temannya yang bernama Fitra Adi Hidayat (12), yang turut tenggelam bersama dengan Husein.
Pencarian pun dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas Jakarta, PMI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kapolsek Tangerang, Kompol Puji Hardi mengaku, banyak mendapat bantuan dari masyarakat sekitar, saat melakukan pencaraian dua Husein dan Fitra Adi.
"Bantuan dari masyarakat juga akhirnya bisa menolong tapi durasinya sudah satu jam lebih. Sehingga satu korban ditemukan itu sudah meninggal.
Sementara sampai saat ini satu lagi masih dalam pencarian," jelas Kompol Puji Hardi.
(hen/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasien-kritis-dirujuk-dengan-pikap.jpg)