Operasi Patuh Toba 2019 Akan Digelar, Ada Delapan Sasaran Prioritas

Konsep dalam operasi Patuh, lanjut Juliani, untuk menciptakan Klkeamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Operasi Patuh Toba 2019 Akan Digelar, Ada Delapan Sasaran Prioritas. Petugas Kepolisian Satlantas Polrestabes Medan menggelar razia kelengkapan surat kendaraan di Jalan Stasiun Kereta Api, Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi 

#Operasi Patuh Toba 2019 Akan Digelar, Ada Delapan Sasaran Prioritas

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Petugas Satlantas jajaran Polda Sumut akan melakukan Operasi Patuh Toba 2019.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polrestabes Medan dan jajaran akan menggelar razia.

Kapolrestabes Medan Dr Dadang Hartanto, melalui Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 selama dua pekan.

"Operasi tersebut akan berlangsung pada tanggal 29 Agustus 2019 sampai tanggal 11 September 2019.

Nantinya akan dilaksanakan oleh Satlantas Polrestabes Medan dan unit lantas Polsek jajaran," ujar AKBP Juliani Prihatini, Selasa (27/8/2019).

Konsep dalam operasi Patuh, lanjut AKBP Juliani Prihatini, untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

"Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Serta untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas dan fatalitas korban," ungkap AKBP Juliani Prihatini.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, ada delapan poin yang menjadi sasaran prioritas dalam operasi tersebut.

"Dengan mengedepankan tindakan preventif dan represif.

Ada delapan sasaran perioritas pelanggaran yang nantinya akan dilakukan," kata AKBP Juliani Prihatini.

Adapun delapan poin tersebut:

Pertama menggunakan HP saat mengendarai kendaraan.

Kedua mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk.

Ketiga mengendarai kendaraan di luar batas kecepatan.

Keempat pengemudi di bawah umur.

Kelima tidak menggunakan safety belt.

Keenam melawan arus lalu lintas saat berkendaraan.

Ketujuh tidak menggunakan Helm SNI

Kedelapan menggunakan lampu rotator atau Strobo.

"Kami dari satlantas mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan, hendaknya tertib dalam berlalu lintas dan mematuhi aturan yang sudah ada.

Penting untuk mengutamakan keselamatan pada saat mengendarai kendaraan di jalan," pungkasnya.

BEDA OPERASI PATUH, ZEBRA DAN SIMPATIK 

Ditlantas Polda Sumut akan menggelar Operasi Patuh Toba mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019.

Kegiatan ini akan melakukan razia kepada pengguna jalan raya, termasuk sepeda motor yang melawan arus, hingga kendaraan yang menggunakan rotator dan sirine.

Selain Operasi Patuh, kepolisian punya beberapa operasi lain yang sering kita dengar seperti Operasi Simpatik, Operasi Zebra, hingga Operasi Ketupat dan Operasi Lilin.

Lantas apa perbedaannya?

"Perbedaannya ialah tingkatan (persentase) tindakan hukum dan waktu pelaksanaan," kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin kepada Kompas.com, Selasa (27/8/2019).

Seorang anak mendapatkan helm gratis dari Polisi dalam operasi simpatik di Kabupaten Probolinggo.

Seorang anak mendapatkan helm gratis dari Polisi dalam operasi simpatik di Kabupaten Probolinggo. (Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol)

Operasi Simpatik

Operasi Simpatik pada awalnya dilakukan menjelang Hari Ulang Tahun Korps Bhayangkara atau Polri.

Operasi ini dilakukan dengan cara-cara simpatik untuk menggugah kesadaran pengendara.

Karena digunakan untuk meningkatkan kesadaran berlalu-lintas, tindakan hukum yang dilakukan kepada pelanggar tidak sebesar operasi lain.

"Pada Operasi Simpatik itu hampir tidak ada tindakan hukum, jadi hanya mengingatkan.

Penindakan hanya 20 persen sisanya pemberitahuan. Simpatik itu cenderung dalam rangka persiapan HUT Polri biasanya," kata Benyamin.

Operasi Zebra

Operasi Zebra ialah operasi cipta kondisi untuk menjaga situasi aman dan kondusif.

Operasi tersebut mengambil nama dari jalur atau perlintasan zebra yakni Zebra Cross.

Benyamin mengatakan, Operasi Zebra biasanya dilakukan menjelang natal dan tahun baru.

Tindakan pada operasi ini pun cukup tinggi.

"Operasi Zebra adalah operasi persiapan untuk natal, tapi sekarang ini berubah kita tetap laksanakan di luar itu. Penindakannya 60 persen dan prefentifnya 40 persen," kata Benyamin.

Operasi Patuh

Operasi Patuh punya berbagai sebutan tergantung daerah.

Di DKI Jakarta disebut Operasi Patuh Jaya, di Sumut, Operasi Patuh Toba, Kalimantan Selatan disebut Operasi Patuh Intan, Kalimantan Tengah namanya Operasi Patuh Telabang dan sebagainya.

Pada Operasi Patuh, polisi tidak segan untuk memberikan tilang.

Target operasinya pun luas, mulai pelanggar surat kendaraan, pelanggar rambu lalu lintas atau kelayakan kondisi kendaraan, hingga razia rotator dan sirine.

Operasi Patuh digelar di lokasi yang memiliki potensi terjadi pelanggaran, seperti titik-titik simpul kemacetan.

"Pada Operasi Patuh penindakan paling tinggi yaitu 80 persen. Tapi sekarang tindakannya hanya 60 persen preventifnya 40 persen," kata Benyamin.

Operasi Ketupat dan Lilin

Sedangkan untuk Operasi Ketupat dan Operasi Lilin ialah operasi kemanusiaan.

Untuk Operasi Ketupat khusus penanganan arus mudik dan balik pada lebaran, sedangkan Operasi Lilin untuk pengaman natal dan tahun baru.

#Operasi Patuh Toba 2019 Akan Digelar, Ada Delapan Sasaran Prioritas

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved