LAGI, Polisi Dibacok di Mapolsek, Modus Pelaku Pura-pura Lapor lalu Bacok Kanit Provos
Insiden pembacokan terhadap aparat di kantor kepolisian kembali terjadi. Peristiwa teranyar terjadi di Mapolsek Tlogowungu,
LAGI, Polisi Dibacok di Mapolsek, Modus Pelaku Pura-pura Lapor lalu Bacok Kanit Provos
TRIBUN MEDAN.com - Insiden pembacokan terhadap aparat di kantor kepolisian kembali terjadi.
Modusnya pun serupa yakni pura-pura membuat laporan polisi.
Peristiwa pembacokan polisi di mapolsek sebelumnya terjadi di Mapolsek, Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sore.
Kini, peristiwa teranyar terjadi di Mapolsek Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019) pagi.
Seorang polisi anggota Polsek Tlogowungu menjadi korban pembacokan.
Korban merupakan Kanit Provos Polsek Tlogowungu, Aiptu Kosrin.
"Ya betul. Ada kejadian itu (pembacokan) tadi," ujar Kasubaghumas Polres Pati, Iptu Suharning, kepada Tribunjateng.com, Selasa.
Baca: Cantik Tapi Bengis, Aulia Kesuma Nyesal Rancang Pembunuhan Suami Terancam Hukuman Mati
Baca: TERKUAK Temuan 4 Tengkorak Jadi Korban Pembunuhan, Pelaku Ternyata Saudari Kandung dan 3 Anaknya
Baca: Ibadah GPdI Dibubarkan Satpol PP saat Pendeta Khotbah, Jemaat Histeris dan Pingsan
Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat seorang lelaki berinisial AP datang ke Mapolsek Tlogowungu sekitar pukul 09.30 WIB.
Semula menyatakan diri kedatangannya untuk melapor kehilangan.
Ternyata dia malah menyerang Aiptu Kosrin menggunakan senjata tajam berupa parang.
Kosrin mengalami luka di bagian kepala.
Pelaku AP langsung ditangkap oleh polisi lain yang berada di Polsek Tlogowungu.
"Tidak apa-apa, (Kosrin) hanya luka sedikit," ujar Kapolsek Tlogowungu, AKP Puni Rahayu.
Adapun Suharning menyatakan Polres Pati masih belum bisa memberi keterangan lebih lanjut.
Saat ini pihaknya masih menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak.
"Kami masih koordinasi, belum bisa beri keterangan," jelas Suharning.
Belum diketahui apakah kejadian ini merupakan kasus terorisme atau kejahatan biasa.
Baca: HEBOH, Penagih Utang Kirim Karangan Bunga ke Pesta Pernikahan, Bayar Utang Sebelum Nikahi Anak Orang
Baca: Pensiunan Marinir Tembak Teman Sekelas SMA saat Reuni, Balas Dendam Pernah Disiksa 50 Tahun Lalu
Serangan Polsek Monokromo
Sebelumnya, peristiwa pembacokan terhadap polisi terjadi di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sore.
Pria tersebut pura-pura melapor dan tiba-tiba menyerang polisi petugas piket dengan senjata tajam.
Akibat serangan tiba-tiba pria tersebut, Aiptu Agus Sumarsono menderita luka bacok di kepala, tangan, dan pipi kirinya.
"Pria tersebut tiba-tiba menyerang petugas. Sebelumnya pura-pura lapor," kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, di lokasi Mapolsek Wonokromo.
Baca: Operasi Patuh Toba 2019 Akan Digelar, Ada Delapan Sasaran Prioritas
Baca: Helmina Sari Boru Hasibuan Menikah di Samping Jenazah Ayahnya, Tangisan Pecah usai Ijab Kabul
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku berinisial IM (30) merupakan terduga teroris.
Sebelum menyerang Mapolsek Wonokromo Surabaya, rupanya IM telah mempelajari situasi Polsek terlebih dahulu.
"(Penyerangan) yang di Wonokromo itu sudah melakukan mapping terhadap sasaran. Beberapa sasaran ya, bukan hanya ke markas maupun anggota kepolisian, baik yang sedang melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas maupun yang di polsek," ungkap Dedi, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019) malam.
Awalnya, pelaku berencana melakukan serangan saat perayaan 17 Agustus, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Namun, ia mengurungkan niatnya sebab penjagaan di gedung tersebut sangat ketat.
Baca: Ini Dia Jumlah Perolehan Kursi Partai dan Nama Caleg yang Terpilih untuk DPRD Sumut
Baca: Gara-gara Terlilit Hutang Sebesar Rp 700 Ribu, Beriman Waruwu Tega Habisi Nyawa Jimmy Harefa
Setelah itu, ia akhirnya memutuskan melakukan serangan di Mapolsek Wonokromo Surabaya.
Sebelum melancarkan aksinya, ia pun sempat melakukan profiling terhadap situasi di kantor polsek tersebut.
Profilling dilakukan dengan cara berpura-pura melaporkan kehilangan barang ke Polsek Wonokromo. Namun, IM sengaja tidak membawa identitas.
"Pertama kali dia melaporkan untuk melakukan profile situasi. Sengaja dia membuat laporan ke polisi, laporan kehilangan, tapi memang dia sudah mengkondisikan tidak membawa identitas. Kemudian sama petugas silakan kembali lagi dengan membawa identitas," ungkap dia.
Setelah selesai mempelajari situasi di dalam Polsek, pelaku sempat membeli celurit, senjata mainan dan ketapel di pasar tradisional.
Dedi mengatakan, IM melakukan aksinya ketika merasa sudah siap. Dengan modus ingin menindaklanjuti laporan kehilangan, IM langsung menyerang seorang anggota polisi.(*)
Baca: Anak Ipda Erwin Yuda, Polisi yang Gugur Terbakar Saat Amankan Demo, Akui Sempat Berniat Balas Dendam
Baca: Cekcok Soal Calon Kepala Desa Huta Rihit, Dorlan dan Lamboi Benamkan Rumapea ke Lumpur hingga Tewas
Baca: Ini Postingan Terakhir Pupung Sadili Sebelum Dihabisi Algojo Suruhan Istri Sendiri, Aulia Kesuma
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul BREAKING NEWS: Pura-pura Lapor, AP Bacok Polisi di Polsek Tlogowungu Pati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aiptu-agus-sumartono-dibacok.jpg)