Wakil Ketua DPRD Sulut dari Demokrat Mendadak Gerayangi Tubuh ES di Mobil Lontarkan kata tak Senonoh
Dia (terlapor) mengatakan jika dirinya pernah mencium saya dan bahkan bilang kemaluannya telah terangsang.....
Pada konferensi pers tersebut, Marthen Manoppo mengaku kenal dengan ayah pelapor.
Pelapor mengatakan jika Marthen akan ke acara di Walian, ia akan menyampaikan itu kepada ayahnya.
Selain itu, Marthen Manoppo mengaku tidak pernah berpikir sedikit pun untuk melakukan pelecehan seksual.
Ia juga merasa tidak ada hal yang aneh karena ia berada di luar, sedangkan perempuan itu berada di dalam mobil.
“Jadi tidak ada yang dia bilang tidak berdaya, sedangkan saya di luar mobil,” bantah Marthen Manoppo.
Namun sebagai warga negara yang baik, Marthen Manoppo mengaku akan taat hukum menghadapi laporan ini.
“Jadi, apa yang dia kata-katakan tidak benar sama sekali.
Dan, semoga kebenaran itu dapat terungkap.
Moga-moga teman-teman media dapat memberitakan seimbang. Kalau toh, karena menyangkut (pencemaran) nama baik, kita pikirkan apakah akan mengambil langkah-langkah hukum berikutnya,” ujar dia.
Respons Ketua BK DPRD Sulut
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut, Fanny Legoh mengatakan, memang sampai hari ini Marthen Manoppo masih melekat sebagai seorang anggota DPRD Sulut.
"Dengan jabatan wakil ketua DPRD Provinsi Sulut.
Tetapi dalam masalah ini kecenderungannya itu lebih ke dalam moralitas dari yang bersangkutan.
Soal sanksi dan sebagainya kan tinggal satu minggu, jadi sanksi apa lagi.
Yang jelas ini adalah sanksi dari masyarakat terkait moralitas dari yang bersangkutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/siswi-magang-alami-pelecehan-s3ksual.jpg)