PA GMNI Sumut Minta Pemerintah Jokowi Segera Tutup PT TPL, Urai Kembali Statemen Luhut Pandjaitan

PA GMNI Sumut Minta Pemerintah Jokowi Segera Tutup PT TPL, Urai Kembali Statemen Luhut Pandjaitan

Tribun-medan.com/Handover PA GMNI
Paguyuban Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Sumut menyampaikan sikap tegas, meminta Pemerintah Indonesia segera menutup PT Toba Pulp Lestari. Pertemuan PA GMNI di Jalan Kejaksaan, Sabtu (24/8/2019). Tribun-medan.com/Handover PA GMNI 

Seharusnya perusahaan ini ditutup untuk melancarkan agenda nasional Jokowi, menjadikan kawasan danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas.

Pertemuan ini sendiri dihadiri oleh para pengurus dan dewan pakar Paguyuban Alumni GMNI antara lain Aspipin Sinulingga, bidang Pemberdayaan Sumberdaya Manusia, Reinhard Hutapea, bidang Ideologi, Dirja Sebayang, Ramos Sihombing, Fencen Harefa, Saurlin Sigian, Maranata Tarigan, Ria Manullang, Randika Perangin Angin, dan PLT Ketua DPD PNI, Karna Nanden.

Menko Luhut Minta Aquafarm Nusantara, Alegrindo dan TPL Angkat Kaki dari Danau Toba: Sudah Cukuplah

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan memastikan akan mengkosongkan keramba jaring apung (KJA) perusahaan yang berada di Kawasan Danau Toba.

Ia mengatakan tidak akan ada lagi keramba jaring apung di dalam Danau Toba.

"Presiden sudah sampaikan.

Tidak bagus untuk pariwisata, kita kosongkan,"ujarnya di sela-sela kegiatan mendampingi Presiden Jokowi meninjau Tanoh Ponggol di Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019).

Luhut mengatakan pemerintah pusat akan mencabut semua izin perusahaan yang berada di Kawasan Danau Toba seperti Aquafarm Nusantara atau yang sudah berganti nama menjadi Regal Springs Indonesia, Japfa, Toba Pulp Lestari (TPL), dan Alegrindo.

Ia mengatakan berdasarkan hasil kajian ahli dari Finlandia semua perusahaan itu dapat mencemari Danau Toba dan mengurangi keindahan Danau Toba.

"Hasil studinya ada profesor dari Finlandia.

Pokoknya kita gak ada urusan sama siapa pun.

Sudah 40 tahun mereka bermain di sini.

Sudah cukuplah.

Ini kan pariwisata.

Kalau pariwisata gak bersih gimana orang mau datang,"katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved