6 Masalah BPJS Kesehatan Terungkap dari Menkeu Sri Mulyani,Rumah Sakit Nakal hingga Pembohongan Data

6 Masalah BPJS Kesehatan Terungkap dari Menkeu Sri Mulyani,Rumah Sakit Nakal hingga Pembohongan Data

Editor: Salomo Tarigan
Kontan
6 Masalah BPJS Kesehatan Terungkap dari Menkeu Sri Mulyani,Rumah Sakit Nakal hingga Pembohongan Data 

6 Masalah BPJS Kesehatan Terungkap dari Menkeu Sri Mulyani,Rumah Sakit Nakal hingga Pembohongan Data

TRIBUN-MEDAN.COM - 6 Masalah BPJS Kesehatan Terungkap dari Menkeu Sri Mulyani,Rumah Sakit Nakal hingga Pembohongan Data.

//

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan masih jauh dari kata sempurna, padahal sistem ini sudah berjalan 5 tahun.

Baca: Pesawat Tiba-tiba Anjlok 1.000 Kaki dalam 10 Detik, Penumpang pun Beterbangan dalam Kabin

Berbagai masalah muncul dan pada akhirnya membuat defisit BPJS Kesehatan.

Pada 2018, misalnya, defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp 19,4 triliun.

Padahal, tidak terhitung berapa kali pemerintah menggelar rapat soal defisit BPJS Kesehatan, baik di tingkat menteri maupun tingkat kabinet yang dipimpin langsung presiden.

"Beberapa persoalan harus diatasi apabila ingin jaminan kesehatan nasional ini bisa berjalan berkelanjutan," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dalam 4 tahun terakhir, pemerintah menyuntikkan dana Rp 25,7 triliun.

Namun, defisit BPJS Kesehatan tetap menganga karena jumlahnya mencapai Rp 49,3 triliun sejak 2015.

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah menyelesaikan audit sistem JKN.

Ada beberapa akar masalah yang membuat BPJS Kesehatan defisit.

Apa saja akar-akar masalah itu? Berikut seperti disampaikan Sri Mulyani.

1. Rumah sakit nakal

Berdasarkan audit, BPKP menemukan banyak rumah sakit rujukan yang melakukan pembohongan data.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved