Historia
Nasib Soekarno Target Penembakan, Mendadak Mata Pelaku Kabur hingga Tembak Mati Kartosoewiryo
Nasib Soekarno Target Penembakan, Mendadak Mata Pelaku Kabur hingga Tembak Mati Kartosoewiryo
Beruntung, peluru tersebut gagal meluncur ke arah Soekarno.
Kendati demikian, sejumlah jamaah salat Idul Adha mengalami luka akibat tertembak di bahu dan punggung.
"Penembakan yang dilakukan dari jarak sekitar 7 meter (penembak berada di saf ketujuh), meleset," begitu
penjelasan dalam buku itu.
Baca: MOTOGP - Jadwal Siaran Langsung MotoGP Inggris, Jorge Lorenzo Siap Balapan, Marc Marquez Diprediksi
Baca: Nasib Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo Diperiksa Tim Densus 88, Kapolda Jatim Angkat Bicara
Hal ini terlihat mustahil lantaran Sanusi merupakan penembak jitu alias sniper andalan DI/NII.
"Jalan kematian memang bukan kuasa manusia," tulis buku itu.
Namun, berdasarkan pengakuan Sanusi, pandangannya mendadak kabur saat akan menembak.
Yang dilihatnya adalah bayang-bayang sosok Soekarno yang bergeser-geser, dari satu posisi ke posisi lain.
"Karena itulah, tembakannya pun menjadi ngawur," tambah buku tersebut.
Dalam sidang, Sanusi Firkat alias Usfik, Kamil alias Harun, Djajapermana alias Hidajat, Napdi alias Hamdan,
Abudin alias Hambali, dan Mardjuk bin Ahmad Dijatuhi hukuman mati.
Selain menangkap mereka, pemerintah saat itu juga berhasil menangkap Kartosoewiryo.
Kartosoewiryo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi di dalam gubuk yang ada di Gunung Rakutak,
Jawa Barat, 4 Juni 1962.
Baca: BEDA JUSUF Kalla (JK), Gerindra Setuju 10 Pimpinan MPR Wakili Semua Fraksi, Dukung Usulan Partai PAN
Baca: Dipecat dari Anggota Paskibraka, Gloria Hamel Bikin Heboh 2016, Nasibnya Kini Gak Disangka
Vonis mati dijatuhkan kepada Kartosoewiryo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nasib-soekarno-target-penembakan-mendadak-mata-pelaku-kabur-hingga-tembak-mati-kartosoewiryo.jpg)