News Video
Abu Dhabi Rayakan Kemerdekaan Indonesia, Gedung Pencakar Langit Dihiasi Lighting Merah Putih
Gedung pencakar langit di Abu Dhabi dihiasi lighting merah putih, rayakan HUT Kemerdekaan Ke 74 Republik Indonesia
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Abu Dhabi Rayakan Kemerdekaan Indonesia, Gedung Pencakar Langit Dihiasi Lighting Merah Putih
TRIBUN-MEDAN.COM - Kemeriahan HUT Kemerdekaan Ke 74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019), tak hanya dirasakan di tanah air.
Abu Dhabi turut merayakan momen spesial ini.
Di sana, gedung-gedung pencakar langit dihiasi dengan nuansa merah putih.
Hal ini beredar di linimasa media sosial, di antaranya diunggah akun instagram @infia_fact.
Tonton videonya;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Demi Merah Putih Berkibar, Paskibraka Dina Nursadilah Tahankan Sakit Paku 7 Cm Tertancap di Kaki
Pembawa Baki Bendera Merah Putih, Nur Agita R Sinaga Menangis Bahagia setelah Tuntaskan Tugas
Belakangan ini Abu Dhabi dan Indonesia memang memliki hubungan yang harmonis.
Kedua pemimpin negara sudah melakukan kunjungan dan menjalin kerjasama di beberapa sektor.
Mungkin ini alasan Abu Dhabi ikut merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia.
Potret Daniel Mananta Jadi Pembawa Acara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka
Berita Foto: Pelaksanaan Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Sumut
Kaki Paskibra Tertancap Paku
Meski semuanya dipersiapkan matang, termasuk menggembleng Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), ada-ada saja yang kejadian di luar rencana saat Upacara 17 Agustus.
Seperti yang terjadi pada Paskibraka di Kabupaten Morowali Utara.
Dalam pelbagai unggahan di media sosial, disebutkan kaki pembawa baki Sang Saka Merah Putih tertusuk paku saat pengibaran bendera.
Meski sempat terganggu sebentar, akhirnya Sang Saka Merah Putih berkibar.
Dalam unggahan netizen terungkap Upacara 17 Agustus ini berlangsung di lapangan berlumpur.
Sehingga seragam Paskibraka dipenuhi lumpur.
''Kejadian salah satu anggota Paskibraka Kab. Morowali Utara tertusuk paku ditengah pelaksanaan Upacara HUT Republik Indonesia ke 74 hari ini (17/08/2019).
.
Meskipun mengalami insiden tertusuk paku Paskibraka pembawa baki bendera merah putih ini tetap melanjutkan tugasnya hingga selesai. Upacara juga dilaksanakan dalam kondisi lapangan yang kurang baik karena lapangan yang berlumpur.
.
Salah satu anggota PASKIBRAKA Morowali Utara pembawa baki Sang Saka Merah putih..kaki kirinya tertusuk paku saat pengibaran bendera merah putih..menahan sakit hingga pengibaran selesai..'' tulis Andy Adiet Arsyil.
''Salah satu anggota PASKIBRAKA Morowali Utara pembawa baki Sang Saka Merah putih..kaki kirinya tertusuk paku saat pengibaran bendera merah putih..menahan sakit hingga pengibaran selesai..
#TANGGUH,'' tulis Albario Fahri.
Melansir tribunpalu.com (tribunnews group), paku berkarat ukuran 7 cm itu, menembus sepatu hingga menusuk kaki anggota Paskibraka putri bernama Dina Nursadilah Toadji.
Siswa SMAN 1 Petasia, Morowali Utara ini, bertugas sebagai pemegang baki bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-74 RI.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon Sabtu sore, Dina menceritakan kejadian itu.
Dina Nursadilah menjelaskan bahwa musibah tersebut dialaminya ketika berlangsungnya upacara di lapangan kantor Bupati Morowali Utara.
Sepatu khusus milik Dina Nursadilah tertusuk paku berkarat dan menembus kaki sebelah kanan.
Dina Nursadilah merasakan sakit ketika usai pengibaran.
"Dari depan tribun saya rasa sakit di kaki," kata Dina Nursadilah.
Namun jiwa patriotis serta profesionalis membuat Dina Nursadilah bertahan.
"Saya tahan saja, karena saya pikir cuma batu," tutur Dina Nursadilah.
Tapi lama-kelamaan rasa sakit kian menggangunya karena jarak dari tribun sampai ke tempat barisan awal cukup jauh.
Dina Nursadilah pun yakin bahwa yang diinjaknya bukan batu melainkan paku.
Dina Nursadilah berusaha tetap fokus, konsentrasi dan berusaha tidak menunjukkan rasa sakit kepada teman-temannya.
"Alhamdullilah tugas bisa saya tunaikan bersama teman-teman," jelas Dina.
Dina Nursadilah akhirnya terjatuh dan membuka sepatunya ketika kembali ke posisi awal barisan.
Kepanikan pun terjadi saat darah mengucur dari kakinya.
Dina Nursadilah pun segera mendapat pertolongan dari petugas medis, dan dilarikan ke RS Kolonodale.
"Alhamdulillah sekarang lukannya tidak infeksi, saya mendapat perawatan yang baik," pungkasnya.
(hen/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gedung-pencakar-langit-di-abu-dhabi.jpg)