Tukang Besi Nekat Lompat ke Laut Demi Selamatkan Meteran Gulung Pemberian Mendiang Istri

Mendiang istrinya itu mengatakan padanya untuk menjaga meteran gulung, dan si tukang besi hanya ingin menepati janji.

Facebook
Seorang tukang besi lompat ke tepi laut untuk ambil meteran gulung pemberian mendiang istrinya. 

#Tukang Besi Nekat Lompat ke Laut Demi Selamatkan Meteran Gulung Pemberian Mendiang Istri

TRIBUN-MEDAN.com - Beberapa hal yang mungkin terlihat biasa dan tidak berharga bagi kita, tapi cukup berharga bagi orang lain.

Mungkin karena ingatan yang melekat pada benda-benda itu.

Seorang tukang besi  berusia 41 tahun dari Chonburi, Thailand, baru-baru ini menjadi perhatian banyak orang, saat dirinya melompat ke pinggiran laut.

Ia melakukan itu hanya untuk mengambil meteran gulung atau pita pengukur yang diberikan istrinya sebelum dia meninggal.

Berdasarkan postingan Facebook, dilaporkan bahwa pria itu sedang beralan di sebuah jembatan di atas laut berlumpur.

Di perjalanan, dia hendak mengambil meteran gulung dari saku, tapi benda itu tiba-tiba jatuh ke air berlumpur yang ada di bawah.

Baca: Bertemu Saat SD 27 Tahun Lalu, Pasangan ini Berjodoh dan Menikah di Aula Sekolah

Baca: Bermesraan di Pinggir Flyover, Pasangan Suami Istri Terjatuh dan Langsung Tewas di Tempat 

Tukang besi diselamatkan tim SAR
Tukang besi diselamatkan tim SAR (Facebook/Thairescuenews)

Sebagian besar orang mungkin akan memilih untuk meninggalkan benda itu, dan membeli yang baru.

Tapi tidak dengan pria ini.

Tanpa memikirkan konsekuensinya, dia melompat ke perairan yang sangat berlumpur dan mencari meteran gulung miliknya.

Karena jembatan cukup tinggi, dia tak bisa naik dan hanya menunggu bantuan dari atas.

Untungnya, seorang pejalanan kaki melihat pria itu.

Saat itulah dia memberi tahu pihak berwenang bahwa seseorang jatuh ke laut.

Pihak berwajib datang menyelamatkan pria itu menggunakan tali, lalu menariknya ke atas.

Tukang besi diselamatkan tim SAR
Tukang besi diselamatkan tim SAR (Facebook/Thairescuenews)

Proses penyelamatan berlangsung sekitar 40 menit.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved