Misteri Usia Bos KKB Egianus Kogoya, TNI Tepis Masih Remaja 18 Tahun, Sebut Bukti Video Penembakan

odam XVII/Cenderawasih angkat bicara soal sosok pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua, Egianus Kogoya.

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap oleh TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua 

Misteri Bos KKB Egianus Kogoya, TNI Sebut Tak Mungkin Remaja 18 Tahun, Ungkap Bukti Video Penembakan

TRIBUN MEDAN.com - Kodam XVII/Cenderawasih angkat bicara soal sosok pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua, Egianus Kogoya. Baik soal usia maupun pengalaman.

Beberapa waktu lalu, Egianus Kogoya disebut masih remaja berusia 17-18 tahun. Hal itu disampaikan oleh Victor Mambor, jurnalis senior di Papua yang mengaku sempat bertemua bos kelompok kriminal bersenjata (KKB) Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua.

Menanggapi hal tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih menilai hal tersebut tidak mungkin karena mayoritas anggota OPM usianya jauh di atas itu.

"Kalau sosoknya (Egianus Kogoya) seperti umur 17-18 tahun, secara tinjauan psikologis, usia 17-18 itu tidak mempunyai kemampuan untuk memimpin orang-orang yang usianya jauh di atas," ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, di Jayapura, Senin (5/8/2019).

Sosok Eginaus dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap setiap aksi penembakan yang terjadi di Nduga.

Melihat aksi-aksi yang dilakukan kelompok tersebut, Dax yakin bila Egianus memiliki cukup pengalaman.

Baca: Baru 3 Bulan Nikahi Jenderal Wanita Pengawalnya, Kini Raja Thailand Angkat Mayjen Cantik Jadi Selir

Baca: Baku Tembak 10 Menit Begal vs Polisi di Depan Mapolsek, Pelaku Lolos Bawa Kabur Mobil Polisi

"Kalau usianya sekitar itu (17-18 tahun) tentu pengalamannya sangat minim. Di organisasi kriminal seperti itu, pengalaman merupakan modal seorang pemimpin," kata dia.

Terlebih, ada beberapa bukti video yang memperlihatkan anggota OPM di Nduga tengah melakukan aksi penembakan dari dalam hutan.

Dari video tersebut, diyakini penembakan selalu dilakukan orang dewasa.

"Rata-rata yang melakukan orang dewasa, dari video terlihat yang melakukan bukan anak-anak remaja," tutur dia.

Terkait dengan informasi banyaknya anak-anak yang direkrut menjadi anggota OPM di Nduga, Dax tidak bisa membantah hal tersebut.

Namun, ia meyakini keterlibatan anak-anak tersebut hanya sebatas sebagai simpatisan dan lebih digunakan untuk alat propaganda di media.

"Kalau dibilang simpatisan mungkin iya, karena di usia seperti itu, mereka umumnya masih labil," kata dia.

Baca: Deretan Fakta Sosok Selir Raja Thailand; Ajudan Senior Polisi, Pangkat Mayjen, hingga Eks Bodyguard

Baca: Kapolsek Medan Kota dan Percutseituan Dimutasi, Ini Nama Kapolsek yang Mengantikan

Sementara itu, identitas Egianus Kogoya hingga kini belum dapat dipastikan. Dax Sianturi pun mengaku tidak memegang data lengkap yang bersangkutan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved