Peneliti LIPI Sebut Gempa Skala 9 bisa Terjadi Lagi di Selatan Jawa, Sama Seperti 400 Tahun Lalu
Gempa raksasa itu skalanya 9 atau lebih besar. Dan itu pernah terjadi di Selatan Jawa. Sudah dapat dipastikan akan terjadi lagi meski tidak tahu waktu
Peneliti LIPI Sebut Gempa Skala 9 bisa Terjadi Lagi di Selatan Jawa, Sama Seperti 400 Tahun Lalu
TRIBUN-MEDAN.com-Peneliti LIPI Sebut Gempa Skala 9 bisa Terjadi Lagi di Selatan Jawa, Sama Seperti 400 Tahun Lalu.
Gempa berpotensi tsunami mengguncang wilayah Banten pada Jumat (2/8/201) dengan magnitudo 6,9 (sebelum dianulir 7,4).
Gempa terasa hingga Jakarta, Depok, Bekasi, bahkan Solo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB, 107 km barat daya Sumur Banten.
Dikutip GridHot.ID dari Kompas, pakar tsunami dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Abdul Muhari mengungkapkan, "Posisi gempa di megathrust Selat Sunda."
Lantas, apakah yang dimaksud dengan Megathrust Selat Sunda alias Sunda Megathrust?
Sunda Megathrust atau Megathrust Selat Sunda adalah wilayah pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang lama diketahui bisa memicu gempa besar dan tsunami.
Megathrust Selat Sunda hanya salah satu yang bisa membangkitkan tsunami di Banten, Lampung dan sekitarnya. Krakatau adalah ancaman lainnya.
Dikutip dari Antara, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto mengatakan gempa magnitudo 9.0 yang terjadi sekitar 400 tahun alias empat abad lalu di Selatan Jawa berpotensi berulang namun belum diketahui pasti waktunya kapan akan terjadi.
"Gempa raksasa itu skalanya 9 atau lebih besar. Dan itu pernah terjadi di Selatan Jawa. Sudah dapat dipastikan akan terjadi lagi meski tidak tahu waktunya kapan," kata Eko di Jakarta, Jumat (2/8/2019) malam.
Penelitian di Selatan Jawa menemukan bukti bahwa ada tsunami raksasa.
"Karena tsunami raksasanya ada berarti gempa raksasanya juga ada," tuturnya.
"Yang kita temukan sekitar 400 tahun lalu yang kemudian ketika kita cross check dengan data sejarah, kita menduga bahwa kejadian itu sekitar tahun 1584 atau 1586 yang kemudian terkait dengan lahirnya mitos atau legenda ratu laut selatan Nyi Roro Kidul itu," ujarnya.
Tribunnews via Suar.ID
Ilustrasi Nyi Roro Kidul, ratu penguasa Pantai Selatan Jawa
Dia mengatakan suatu keniscayaan gempa sekitar magnitudo 9.0 itu akan berulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/update-bmkg-tentang-potensi-gempa-88-pada-sr-dan-tsunami-20-meter-di-pantai-selatan-jawa.jpg)