Ungkap Perampok Uang Rp 400 Juta Milik Irian Supermarket, Polisi Harus Kerja Sama dengan Masyarakat

Tapi pada kenyataannya masyarakat enggan berkomentar kepada pihak kepolisian karena bisa saja mereka yang saksi ini dijadikan sebagai tersangka

Tribun Medan
Suasana di depan Irian Supermarket pasca-perampokan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perampokan yang terjadi di Irian Supermarket simpang Jalan Bahagia membuat pengamat hukum Zulheri Sinaga mengatakan polisi harus bekerja dengan masyarakat.

Dalam kejadian ini, tentunya polisi melibatkan masyarakat sebagai saksi dan mengetahui kronologis kejadiannya.

"Tapi pada kenyataannya masyarakat enggan berkomentar kepada pihak kepolisian karena bisa saja mereka yang saksi ini dijadikan sebagai tersangka,"katanya, Kamis (1/8/2019).

Memang, sambungnya, bisa saja saksi naik menjadi tersangka tapi harus benar-benar sesuai penyelidikan. "Yang selama ini terjadi, masyarakat yang dimintai keterangannya diwajibkan untuk mengaku, padahal bisa saja dia tidak mengetahuinya,"terang Zulheri.

Baca: KEJAHATAN Siang Bolong, Begini Kronologi Perampokan Uang Rp 400 Juta Milik Irian Supermarket

Baca: Perampok Gondol Uang Rp400 Juta di Irian Supermarket Medan, Dirampas saat Dibawa ke Brankas Mobil

Mobil pengangkut uang yang dirampok.
Mobil pengangkut uang yang dirampok. (Tribun Medan/M Andimaz Kahfi)

Berkaitan dengan hilangnya duit Irian Market sebanyak Rp400Juta ini, katanya, bisa dibilang naluri intelegen polisi mandul.

"Saya bilang seperti itu karena, kalau tidak mandul, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Itupun, polisi harus benar-benar bekerja dan libatkan masyarakat secara harmonis,"katanya.

Ia menyatakan kejadian seperti ini ditengah masyarakat menimbulkan momok. Karena masyarakat dilakukan bukan sebagai saksi. "Malah dijadikan sebagai tersangka pulak. Maka dari itu, harusnya polisi harus bersinergi dengan masyarakat dalam menyelesaikan kasus ini,"ujarnya.

Zulheri Sinaga menyatakan pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam pengungkapan kasus. Masyarakat, akunya, harus dilibatkan.

"Karena masyarakat yang mengetahui kejadian secara pasti mengingat masyarakat ada di mana saja,"ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved