Kasus Mutilasi
Prada Deri Permana Nangis Dengar Dakwaan Gergaji Dua Kali Patah, Mutilasi Jasad Vera Oktaria
Sidang kasus pembunuhan dyang dilakukan oleh Prada Deri Permana alias DP memperlihatkan titik dimana kekejian terdakwa diperlihatkan.
"Dia selalu melakukan kekerasan terhadap korban yang mulia," kata Putra dalam sidang.
Dalam dakwaan yang sebelumnya telah dibacakan di persidangan, terungkap juga bahwa Prada DP gagal memutilasi hingga tuntas karena gergaji yang digunakan patah.
Prada DP yang telah membunuh Vera dengan cara mencekik kebingungan untuk menghilangkan jejak atas aksi kejahatannya tersebut.
Ia lalu keluar kamar penginapan dan melihat satu gergaji yang berada di dalam gudang dan menggunakannya untuk memotong tubuh Vera.
"Namun, saat terdakwa mencoba memutilasi korban, gergaji itu patah," kata Mayor D Butar Butar.
Setelah gergaji patah, Prada DP kembali keluar kamar dan membawa sepeda motor milik korban menuju ke pasar.
Di sana, ia membeli buah serta gergaji dan tas untuk dibawa kembali ke penginapan.
"Saat di penginapan, terdakwa kembali melakukan mutilasi. Namun, gergaji itu kembali patah," ungkap oditur.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prada DP Menangis Saat Dengar Kesaksian Kakak dari Kekasihnya yang Dimutilasi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prada-dp-menangis-tersedu-sedu-ketika-mendengarkan-keterangan-saksi.jpg)