AKHIRNYA Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Minta Maaf, Batalkan Kelulusan drg Romi Jadi CPNS

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria memohon maaf atas kondisi drg Romi Syofpa Ismael terkait dengan pembatalan kelulusan peserta CPNS

kompas.com
Dokter gigi Romi menangis saat berbincang dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria memohon maaf atas kondisi yang terjadi pada drg Romi Syofpa Ismael terkait dengan pembatalan kelulusan peserta CPNS yang sudah diputuskannya.

"Bupati tentunya memohon maaf atas kondisi ini. Beliau juga punya bawahan, yang namanya pengambil keputusan beliau kurang cermat melihat dinamika ini," kata Akmal Malik Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri seperti yang disampaikan melalui Channel YouTube tvOneNews, Kamis (1/8/2019)

Dia mengatakan kalau sebelumnya ada perdebatan oleh bawahan pak Bupati ada kondisi yang tidak seimbang yang dialami oleh drg Romi.

"Saya katakan pada beliau, kita tidak usah dulu perdebatkan persoalan prosedural. Yang substansinya bagaimana bu Omi (drg Romi) bisa mendapatkan hak-haknya kembali," kata Akmal Malik.

Sebelumnya drg Romi Syofpa Ismael tak kuasa menahan tangis usai bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Baca: Terungkap Cara Licik Dokter LS Menjegal drg Romi Hingga Gagal Lolos PNS di Solok Selatan

Surat Keputusan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria batalkan drg Romi jadi CPNS
Surat Keputusan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria batalkan drg Romi jadi CPNS (Istimewa)

Mulanya, ia mengucapkan terima kasih karena telah diterima Moeldoko.

Namun, tangisnya tak kuasa pecah begitu ia menyinggung kasusnya.

"Terima kasih Bapak, Ibu, dan tim pendamping Ami (Dokter gigi (drg) Romi) di sini.

Alhamdulillah sangat mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

Ami di sini cuma berharap keadilan buat Ami dan keluarga terutama anak dan suami.

Untuk bisa hak Ami dipulihkan kembali," ujar Dokter gigi (drg) Romi sembari terisak.

"Ami tidak menginginkan kondisi seperti ini, ini kehendak Allah.

Dan Ami buktikan Ami mampu bekerja walau Ami duduk di kursi roda.

Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Pemda Solok Selatan," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, kedatangannya ke sejumlah pejabat pemerintah pusat bukanlah bentuk pembangkangan kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang telah menganulir status CPNS-nya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved