4 Polisi Ditembak dan Ditusuk, Ini Penjelasan Polda Terkait Serangan Brutal Massa hingga ke RSUD

4 Polisi Ditembak dan Ditusuk, Ini Penjelasan Polda Terkait Serangan Brutal Massa hingga ke RSUD Tebing Tinggi, Empat Lawang

Editor: Juang Naibaho
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Keributan sempat terjadi antara sejumlah warga dengan petugas kepolisian Empatlawang, pada Rabu (31/7/2019). 

4 Polisi Ditembak dan Ditusuk, Ini Penjelasan Polda Terkait Serangan Brutal Massa hingga ke RSUD

TRIBUN MEDAN.com - Serangan brutal sekelompok massa di Empat Lawang, Sumatera Selatan, terhadap anggota kepolisian mengakibatkan jatuhnya empat korban dari Polri.

Keempat korban itu terkena luka tembak dan luka tusuk.

Para korban dikabarkan kritis dan menjalani perawatan intensif.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi membeberkan kronologi bentrok berdarah yang terjadi pada Rabu (31/7/2019) malam hingga Kamis (1/8/2019) dini hari.

Supriadi mengatakan, konflik ini disebabkan adanya sekelompok masyarakat yang tidak terima salah satu warganya ditangkap akibat kasus pengancaman.

Ujungnya, empat anggota Polsek Ulu Musi dan empat warga Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, mengalami luka tembak dan luka tusuk akibat bentrok.

Baca: Nathania Purnama Protes Ahok BTP Nikahi Puput Nastiti, “Kenapa Nikah dengan Wanita yang Masih Muda

Baca: Massa 2 Truk Membabi Buta Serang Polisi di RSUD, Empat Anggota Kritis Kena Tusuk

Baca: Kepala Napi Dipenggal lalu Dijadikan Bola Kaki, Kerusuhan di Lapas Tewaskan Total 57 Orang

Supriadi mengatakan,Kanit Reskrim Polsek Ulu Musi Ipda Arsan, dan seorang anggota Aipda Darmawan mengalami luka tusuk.

Sedangkan Brigadir Dua Teja Apriaga dan Brigadir Satu Agus mengalami luka tembak.

Sementara warga yang mengalami luka tembak adalah Erwan dan Erwin. Adapun dua warga lain yang juga terluka belum diketahui identitasnya karena belum siuman dalam perawatan di RSUD Tebing Tinggi, Empat Lawang.

Saat itu, polisi sebenarnya ingin menyelesaikan kasus ini dengan damai. Namun, terjadi kesalahpahaman.

Supriadi mengungkapkan, peristiwa ini bermula dari upaya polisi untuk menangkap Erwin, yang dilaporkan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) atas kasus pengancaman, Rabu (31/7/2019).

Petugas menemukan Erwin di sebuah tempat pengumpulan batu.

Baca: SITUASI MENCEKAM, Pedagang Warkop Elisabeth Adang Alat Berat Satpol PP, Tonton Video. .

Baca: Kiper Termahal di Dunia, Alisson Becker Bikin Blunder saat Liverpool Kontra Lyon, Ini Videonya

Baca: Hari Ini Abah Grandong Sosok Viral Pemakan Kucing Hidup-hidup Serahkan Diri

Saat itu, Erwin bersama tujuh rekannya.

”Polisi sebenarnya ingin menyelesaikan kasus ini dengan damai. Namun, terjadi kesalahpahaman,” ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved