News Video

Kericuhan HKBP Garu VIII Medan, Jemaat Nyaris Adu Jotos saat Ibadah Minggu, Videonya Viral. .

Ibadah Minggu (21/7/2019) siang di HKBP Garu VIII Resort 2 Simpang Limun Medan berlangsung ricuh. Videonya beredar di linimasa media sosial.

RCTI/iNews
Polisi berbincang dengan Pdt Dedi Pasaribu di HKBP Garu VIII, Minggu (21/7/2019) 

Kericuhan HKBP Garu VIII Medan, Jemaat Nyaris Adu Jotos saat Ibadah Minggu, Videonya Viral. .

TRIBUN-MEDAN.COM  - Ibadah Minggu (21/7/2019) siang di HKBP Garu VIII Resort 2 Simpang Limun Medan berlangsung ricuh.

Videonya beredar di linimasa media sosial.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com dari rekaman pemberitaan iNews, kericuhan terjadi saat Pdt Dedi Pasaribu membacakan warta jemaat di mimbar.

Sontak jemaat yang merasa tak suka dengan  Pdt Dedi Pasaribu meminta beliau untuk turun.

Kericuhan ini bahkan nyaris membuat jemaat saling baku hantam.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Pendeta HKBP Diturunkan dari Mimbar, Jemaat Minta Damai di Tempat Suci, VIDEO VIRAL. .

Terbukti Korupsi Dana Bos 125 Juta, Kepsek SMP HKBP Ambarita Putra Purba Divonis Penjara 2 Tahun

Akun facebook  Serba Serbi Batak membuat rekaman tersebut viral dan dibagikan banyak warganet.

Disebutkan bahwa kericuhan ini, kabarnya, dilatarbelakangi jemaat yang tidak senang dengan kepemimpinan pendeta.

Beberapa jemaat berdiri dan menyuarakan “turun” sambil menunjuk Pdt Dedi Pasaribu yang berada di mimbar.

Beberapa kaum ibu yang sudah terbagi atas dua kubu bahkan hampir saling pukul.

Petugas kepolisian Sektor Patumbak yang bersiaga berusaha melerai pertikaian antar jemaat.

Mereka juga berusaha meminta pendeta untuk turun agar kericuhan tak semakin melebar.

Namun pendeta bersikeras tak mau turun.

“Ini karena masalah pendeta yang nggak diterima lagi. Pendeta disuruh turun tidak mau,” ucap Petugas Kepolisian Sektor Patumbak, AIPTU B. Hasibuan.

Menurut seorang jemaat gereja, Sanggam Lumban Gaol, pertikaian ini muncul karena menurut jemaat Pdt Dedi Pasaribu tidak menjalankan tugas sebagaimana semestinya.

Pdt. Dedi Pasaribu, menurut Sanggam, telah memecah belah jemaat dan dia juga tidak memiliki toleransi antar umat beragama.

“Pernah diusirnya orang parkir di gereja ini. Dia juga sering menghasut,” ucapnya.

Seorang jemaat bernama Sanggam Lumban Gaol menyampaikan kronologi awal terjadinya kericuhan ini.

Jemaat yang juga menjabat sebagai Ketua Pembangunan HKBP Garu VII ini menyebutkan bahwa perseteruan berawal dari internal pelayan gereja, penatua dan pendeta.

Ketidak cocokan itu pada akhirnya merembet ke jemaat.

Dia juga membenarkan bahwa sebagian besar jemaat gereja tidak menyukai pendeta dan meminta pendeta untuk segera pindah.

“Hampir 90 persen jemaat tidak suka. Omongannya tidak cocok. (Juga) kasar arogan. Nggak bersikap seperti pendeta,” kata Sanggam melalui sambungan telefon.

Dia juga, disebut Sanggam, semena-mena karena pernah menyumpahi bendahara gereja.

Bahkan, halaman gereja dilarang dipakai oleh warga sekitar.

“Tetangga gereja pesta, lalu parkir di gereja, diusir (oleh pendeta),” ucapnya.

Jemaat dan penatua lalu mengajukan surat tentang permintaan pemindahan pendeta ke Ephorus HKBP namun surat keputusan yang dikeluarkan pada April 2019 lalu itu tidak menyelesaikan masalah.

“HKBP keluarkan SK tertulis, tapi kurang jelas. Di surat disebut cuti sakit,” ucapnya.

Diketahui, Pdt. Dedi Pasaribu mulai melayani di HKBP Garu VIII mulai Agustus 2018 lalu.

Dia sebelumnya dari HKBP Bukit Hantaran, Simalungun.

“Untuk lebih lanjut coba ditanyai langsung ke sintuanya aja,” tutup Sanggam.

Wartawan www.tribun-medan.com berusaha meminta konfirmasi dari Praeses Distrik X Medan-Aceh, Pdt Sunggul Sirait, melalui sambungan telfon.

Sudah berulang kali dihubungi Pdt Sunggul Sirait tidak dapat dihubungi.

Wartawan lantas ke HKBP Garu VIII, namun tidak ada aktivitas di sana.

Hingga berita ini diterbitkan Tribun Medan masih terus mencoba mewawancarai Pdt Dedi Pasaribu dan Pdt Sunggul Sirait.

Video lengkap;

KERICUHAN HKBP KAYU JATI

Beredar video dua pria berebut naik ke mimbar utama Gereja HKBP Kayu Tinggi, Jakarta Timur.

Video beredar di linimasa media sosial.

Satu di antaranya menggunakan jubah hitam diduga seorang pendeta.

Sementara satunya lagi menggunakan jas berwarna cokelat.

Keduanya datang dari arah berlawanan dan berlomba naik ke mimbar usai lagu dinyanyikan.

Sontak, di atas mimbar kedua pria tersebut saling senggol ke kiri dan kanan.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Budi Utomo Meriahkan Festival Silaturahmi Antar Fakultas di Universitas HKBP Nommensen

Mahasiswi FKIP HKBP Nommensen Ditemukan Ibu Kos dalam Kondisi Tak Bernyawa, Ditemukan Benda Ini

Melihat cekcok kedua pria itu, seorang jemaat perempuan menggunakan baju merah langsung berlari ke mimbar.

Ia meminta keduanya tidak berkelahi di tempat suci.

Namun permintaan itu tidak dituruti, suasana di gereja mendadak riuh.

Para jemaat berdiri.

Ada yang bersorak, ada juga yang bermohon agar keduanya berdamai.

Informasi yang beredar, masalah ini diduga berkaitan dengan keuangan gereja.

Foto beberapa pria dengan spanduk bertuliskan Pindahkan Pdt. Haposan Sianturi Secepatnya dari HKBP Ressort Kayu Putih beredar di grup whatsapp.

Permasalahan di HKBP Kayu Tinggi
Permasalahan di HKBP Kayu Tinggi (Grup WA)

Gereja HKBP Tabur Benih Ikan di Danau Toba, Ajak Jemaat Jaga Kebersihan Danau

Korupsi Dana Bos Senilai Rp 125 Juta, Bekas Kepsek SMP HKBP Ambarita Dituntut 3 tahun Penjara

Tribun Medan lantas menghubungi Ephorus HKBP Darwin Lumbantobing, namun nomor ponsel yang berasangkutan tak dapat dihubungi.

Upaya konformasi kedua, wartawan Tribun Medan menghubungi Pdt Arthur Tobing namun yang bersangkutan langsung mematikan ponsel saat wartawan Tribun Medan menanyakan hal ini.

Selanjutnya, Tribun Medan menghubungi Pdt Alter Pernando Siahaan.

Berbincang singkat Pdt Alter Pernando Siahaan tidak bersedia memberikan konfirmasi.

"Jangan yaaa," ucapnya.

Surat kepada Ephorus HKBP Darwin Tobing
Surat kepada Ephorus HKBP Darwin Tobing (Grup WA)

FOTO-FOTO Mahasiswa HKBP Nommensen Ciptakan Becak Listrik Yang Mampu Berjalan Sejauh 60 kilometer

Foto dan Video Take Me Out di HKBP Sutoyo, Ajang Pencarian Jodoh Diminati Muda/i yang Single

Tribun Medan juga menghubungi Sekjen HKBP Pdt David Sibuea.

Berbincang melalui ponsel, ia tidak mau menanggapi banyak pernyataan wartawan.

"Secara prosedur saya tak bisa tanggapi. Lebih baik tanyakan ke Praeses (pimpinan distrik HKBP) langsung," ucapnya.

Hingga saat ini Tribun Medan mencoba menghubungi praeses, namun belum terhubung.

Polda Sumut Jerat Pengusaha Galian C dengan Pasal Pencucian Uang: Hartanya bisa Disita untuk Negara

Akhirnya Kericuhan di HKBP Kayu Tinggi Antara Pendeta dengan Jemaat Berujung Pelaporan ke Polisi

Ketidak harmonisan di lingkup HKBP Kayu Tinggi diduga sudah berlangsung lama.

Turut beredar lampiran surat ditujukan kepada Ephorus HKBP Darwin Lumbantobing.

Surat tersebut tertanggal 22 April 2019 yang meminta Ephorus HKBP mengambil kebijakan terhadap Pdt Haposan Sianturi dan pihak lain yang bermasalah agar suasana jemaat dapat kembali tentram.

Kericuhan HKBP Garu VIII Medan, Jemaat Nyaris Adu Jotos saat Ibadah Minggu, Videonya Viral. .

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved