Presiden Irak Barham Saleh Kirim Undangan Resmi kepada Paus Fransiskus Agar Mengunjungi Negaranya

Presiden Irak Barham Saleh mengirimkan undangan resmi kepada kepala Gereja Katolik Paus Fransiskus untuk mengunjungi negaranya.

Editor: AbdiTumanggor
Vatican Media/REUTERS/Handout via ANTARA
Paus Fransiskus saat menghadiri upacara penyambutan di samping Putra Mahkota Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al-Nahyan dan Wakil Presiden UAE serta pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum di Istana Kepresidenan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 4 Februari 2019 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Irak Barham Saleh mengatakan jika pihaknya telah mengirimkan undangan resmi kepada kepala Gereja Katolik Paus Fransiskus untuk mengunjungi negaranya.

Undangan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Paus Fransiskus pada awal bulan ini yang mengatakan dirinya ingin pergi ke Irak tahun depan, meski sedang ada situasi keamanan yang terjadi di negara itu.

Irak telah menjadi medan pertempuran antara kelompok pasukan yang saling bersaing, termasuk ISIS sejak penggulingan diktator Saddam Hussein pada 2003.

"Saya merasa terhormat untuk secara resmi menyampaikan undangan kepada Yang Mulia untuk mengunjungi Irak, tempat lahirnya peradaban dan kelahiran Abraham, ayah dari umat beriman dan utusan agama-agama Ilahi," kata Saleh dalam surat resmi yang salinannya diterima AFP, Kamis (20/6/2019).

"Kunjungan kekudusan Anda akan menjadi kesempatan untuk mengingatkan dan mencerahkan Irak dan dunia bahwa tanah Iran memberi manusia hukum dan pertanian irigasi pertama, serta warisan kerja sama antara orang-orang dari lintas agama," lanjut surat itu.

Saleh mengatakan, dia berharap kunjungan oleh Paus akan menjadi "tonggak sejarah dalam proses penyembuhan negara dan Irak dapat sekali lagi menjadi tanah yang damai, di mana mosaik agama dan kepercayaan dapat hidup bersama secara harmonis, seperti yang ada selama ribuan tahun".

Paus Fransiskus telah menjalin ikatan antara Kristen dan Islam sebagai landasan kepausannya. Tahun ini, Paus telah mengunjungi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, serta Maroko.

Pemimpin gereja Katolik itu juga tercatat telah mengunjungi beberapa negara Muslim pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk Turki pada 2014, Azerbaijan pada 2016, dan Mesir pada 2017.

Meski ada keinginan baik dari Paus Fransiskus maupun presiden Irak, Kardinal nomor dua Vatikan, Pietro Parolin sebelumnya sempat memperingatkan pada Januari lalu, bahwa kunjungan Paus ke Irak memerlukan "persyaratan minimum" yang "saat ini tidak terpenuhi".

Hasil gambar untuk Presiden Irak Barham Salih
Presiden Irak, Barham Salih. (Google Image/REUTERS/awy)

Momen bersejarah saat kunjungi ke Abu Dhabi

Sebelumnya, untuk kali pertama, pemimpin Gereja Katolik Roma itu menginjakkan kaki di Teluk Arab, tepatnya di Uni Emirat Arab.

Paus Fransiskus menjadi pencetak sejarah yang melakukan hal itu, ketika sampai di Abu Dhabi pada Minggu (3/2/2019) lalu, usai menempuh perjalanan udara selama 48 jam.

Diwartakan AFP, Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu dengan ulama Muslim dan 135.000 umat Katolik dalam sebuah misa terbuka.

Sampai di UEA, pria berusia 82 tahun itu disambut hangat oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Syeikh Mohammed bin Zayed dan imam Al Alzhar Kairo, Syeikh Ahmed al-Tayeb.

Paus menghadiri konferensi antar-agama pada Senin (4/2/2019) waktu setempat bersama Syeikh Ahmed.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved