Berita Eksklusif

Bayar Mahal demi PTN Favorit, Banderol Paket Bimbel Capai Rp 75 Juta

Suara tawa seorang siswi terdengar lepas saat ia bersama teman-temannya sedang duduk di lobi SMA Negeri 1 Medan.

TRIBUN-MEDAN.com - Suara tawa seorang siswi terdengar lepas saat ia bersama teman-temannya sedang duduk di lobi SMA Negeri 1 Medan. Mereka masih saja saling bercanda, meski jam sekolah sudah usai. 

Sambil mengobrol dengan teman-temannya, sesekali D, siswi yang duduk di kelas 12 MIA 5 (Matematika dan Ilmu Alam) itu memainkan smartphone-nya. 

Tawa mereka kemudian sedikit mereda ketika Tribun Medan-www/tribun-medan.com mencoba mendatangi D dan teman-temannya. 

Awalnya mereka sempat saling tolak-menolak ketika diajak berbincang mengenai persiapan Ujian Nasional (UN). Namun kemudian, D menawarkan diri untuk diwawancarai dan bercerita sedikit mengenai persiapannya.

Dari ceritanya, D mengaku sedang mempersiapkan UN semaksimal mungkin. Caranya, tentu saja dengan belajar keras. 

Keinginannya pun tidak hanya sebatas lulus UN dengan nilai baik, tetapi juga dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idamannya. 

Untuk membantunya belajar, ia memutuskan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di salah satu lembaga kursus, sebab sekolahnya tidak menyediakan les tambahan seperti itu.

Namun untuk mewujudkan keinginannya agar dapat berkuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad), D harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya bimbel. 

Biaya tersebut tak sedikit, karena ia harus membayar Rp 8 juta demi mempersiapkan diri menghadapi UN dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mendatang.

"Aku ada ikut bimbel di luar, karena di sekolah tidak disediakan. Kalau soal biaya, kurang lebih Rp 8 juta," katanya saat ditemui di SMA yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro, Medan, Sabtu (9/3).

Lembaga bimbel yang diikutinya cukup ternama, sehingga memberikan kepercaya diri bisa membantunya belajar agar dapat lulus SBMPTN. 

Jumlah pertemuannya dalam satu pekan dua kali setelah ia pulang sekolah. Bimbingan dimulai sejak ia mendaftar pada Juli 2018 dan berakhir sampai SBMPTN.

Ia pun tidak merasa keberatan dengan jumlah bimbel sebesar itu. Pasalnya, apa yang bimbel tersebut berikan dirasa sesuai dengan harganya. Misalnya, fasilitas buku, try out (TO) dan lainnya.

"Fasilitas yang kami dapat sesuai, sih, sama harganya. Seperti bisa memeriksa peluang masuk ke PTN. Ada rumus cepat menjawab soal, dapat buku, TO juga," katanya.

Terpisah, alumni SMA Cahaya, J yang juga mengikuti program bimbingan belajar di salah satu lembaga kursus ternama, mengaku membayar mahal demi bisa lulus SBMPTN. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved