News Video

Bupati dan Ribuan Warga Karo Hadiri Penayangan Perdana Film Jandi La Surong

Warga antusias menyaksikan film karya anak muda Karo, Jandi La Surong, yang diputar untuk kali pertama di Gedung Star Theater Hotel Mikie Holiday

Tribun Medan
Pemutaran perdana Film Jandi La Surong di Mike Holiday, Sabtu (23/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Warga antusias menyaksikan film karya anak muda Karo, Jandi La Surong, yang diputar untuk kali pertama di Gedung Star Theater Hotel Mikie Holiday, Berastagi, Sabtu (23/2/2019).

Producer for Promotion and Screening, Altoni Pandia, mengungkapkan bahwa jumlah penonton membludak sesaat sebelum pemutaran film, padahal pihaknya hanya mempersiapkan 1300 kursi.

"Awalnya panitia hanya mempersiapkan kursi untuk 1300 orang, namun seiring dengan jumlah penonton yang hadir on the spot membuat panitia harus bergerak cepat mempersiapkan kursi," ungkap Altoni Pandia.

Eksekutif Produser Martha Ulina Br Tarigan berharap penonton bisa memaklumi keadaan.

Ia juga berterima kasih atas kehadiran Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Corry Sebayang beserta pejabat di Pemkab Karo.

"Terima kasih sudah antusias menyaksikan film karya anak Karo ini. Hadir juga tokoh nasional Arya Sinulingga. Mudah-mudahan film ini bisa diikutsertakan pada festival luar negeri," ucapnya.

Hadir di tengah penonton yakni Eksekutif Produser Film Tiga Nafas Likas Riahna Ginting.

Selanjutnya film ini akan ditayangkan di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Jogja dan Pekanbaru .

Cuplikan Jandi La Surong;

Ayo subscribe cahnnel YouTube Tribun MedanTV

Jandi La Surong, Kisah Romantis Warga Karo di Era 1970 akan Dirilis di Berastagi

10 Lokasi Syuting Film yang Bangunannya Masih Bertahan hingga Kini, Yuk Lihat Foto-fotonya

Kabar Terkini Piala Oscar 2019 - Rami Malek Jadi Aktor Terbaik via Film Bohemian Rhapsody

Sutradara, Ori Sembiring, mengatakan bahwa film ini adalah visualisasi dari novel romantis karya Muhammad Tempel Tarigan.

Pada novelnya, Tempel Taringan mengisahkan perjalanan cintanya, kisah dua anak muda karo di era 1970'an.

"Film ini diambil dari novel Muhammad Tempel Tarigan. Kisah cinta masyarakat karo di 1970'an yang terpaksa berpisah karena pendidikan. Komitmen cinta mereka membuahkan sebuah janji. Sebuah janji yang seharusnya ditepati," kata Ori melalui pesan WhatsApp, belum lama ini.

Visualisasi pada film ini menggamparkan perkampungan dahulu, baik dari sisi sosial hingga tari-tarian.

Hal ini dinilai sebagai langkah untuk memperkenalkan kembali budaya Karo.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved