News Video
Pembantaian di Nduga, Orangtua Rikki Cardo Simanjuntak Memohon ke Jokowi agar Anaknya Ditemukan
Rikki sudah satu tahun menjadi karyawan PT Istaka Karya dan mengerjakan proyek jembatan Trans Papua
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos
Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Duduk termenung di atas kursi plastik dengan dengan wajah cemas penuh harap, demikian ekspresi yang dapat ditangkap dari Edison Simanjuntak (69) di kediamannya, di Kelurahan Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Jumat (7/12/2018) tengah hari.
Edison merupakan ayah dari satu di antara korban kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua bernama Rikki Simanjuntak alias Rikardo yang sampai saat ini belum ditemukan.
Saat Tribun Medan menemui di kediamannya, Edison menyebut anaknya Rikki sudah satu tahun menjadi karyawan PT Istaka Karya dan mengerjakan proyek jembatan Trans Papua.
Tonton videonya;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
NASIB Warga Sumut di Nduga: Jasad Efrandi dan Jepry Teridentifikasi, Rikki Belum Diketahui
Menteri Hukum dan HAM Sebut Pemerintah Tak akan Mundur Bangun Papua
Edison Simanjuntak didampingi anak ketiganya Aldo Simanjuntak mengatakan, bahwa mereka terakhir berkomunikasi dengan putranya pada Rabu, 28 November 2018 lalu.
Hingga saat ini mereka juga belum mendapatkan informasi dari pemerintah pusat, baik Pemkab Tobasa terkait keberadaan anaknya di Papua.
"Sampai saat ini kami hanya masih berkomunikasi dan mencari informasi dari orang-orang terdekat, keluarga dan sanak saudara," timpal Aldo.
Kata Edison, beberapa waktu lalu setelah Rikki bekerja di tempat tersebut memang pernah diberhentikan penduduk dan diminta untuk pulang.
Namun, tidak diketahui pasti pihak darimana yang meminta mereka untuk pulang dari tempat itu.
Pada Rabu 28 November, dia berkomuikasi dengan anaknya melalui Telepon dan meminta agar ayahnya memperbaiki telepon genggamnya agar busa berkomunikasi lebih baik.
Lalu, setelah itu menurut informasi yang didapat ayahnya, anaknya Rikki dan korban lainnya diminta lagi untuk kembali ke lokasi pada 1 Desember dan bekerja.
Padahal, pada akhir pekan biasanya mereka tidak bekerja.
"Ternyata pada tanggal 1 Desember saya tidak jadi ditelepon dan seharusnya tidak bekerja pada akhir pekan,"tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/edison-simanjuntak.jpg)