Berita Tapteng
Ayah Boy Simamora Bongkar Kejanggalan, Ragu Anaknya Tewas Diterkam Buaya
Ayah Boy Simamora tak yakin anaknya tewas diterkam buaya, curiga jadi korban pembunuhan.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Tria Rizki
Ayah Boy Simamora Ragu Anaknya Tewas Diterkam Buaya
TRIBUN-MEDAN.com, TAPTENG - Misteri kematian Boy Simamora (21) yang awalnya disebut tewas akibat serangan buaya kini mulai diragukan pihak keluarga.
Boy Simamora merupakan warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia awalnya disebut tewas akibat serangan buaya di Sungai Sanga Matua setelah berusaha melarikan diri dari area perkebunan PT Nauli Sawit pada Rabu (27/5/2026) lalu.
Kini tewasnya Boy Simamora akibat serangan buaya perlahan ditolak pihak keluarga, sebab luka pada jenazah dianggap tidak sesuai dengan ciri serangan hewan buas.
Bahkan, keluarga menduga ada unsur pembunuhan dan rekayasa kejadian tewasnya Boy Simamora.
Potongannya terlalu rapi
Saudara Lamsehat Simamora (46), ayah Boy Simamora menungkap, jenazah anaknya ditemukan adanya diduga luka tusuk di leher dan remuk di kepala bagian belakang, sayatan di pangkal paha anak malangnya tersebut.
Selain itu, dia curiga bagian tangan yang terputus seperti bekas benda tajam bukan ciri serangan buaya.
"Potongan lengannya terlalu rapi seperti tidak bekas cabik-cabik buaya, luka dipangkal paha tidak diambil sampelnya padahal kepala di bedah," sebut Lamsehat Simamora di Desa Sampang Maruhur, Sabtu (27/6/2026) sore.
Untuk itu, dia meminta agar pihak kepolisian segera memproses laporan mereka di Polsek Manduamas yang kini telah dilimpahkan ke Polres Tapanuli Tengah.
"Beri kami keadilan atas kematian anak saya. Tidak mau saya kalau satu lubang di leher anak saya bekas gigitan buaya," ucapnya lirih.
Bantah jadi Ninja Sawit
Pengacara keluarga Boy, Parlaungan Silalahi mengatakan, dirinya bersama keluarga korban telah melakukan penyisiran ke lokasi penemuan mayat di sekitar aliran Sungai Saga Matua yang berbatasan langsung dengan lahan perkebunan PT Nauli Sawit.
Dia mencatat seluruh rangkaian dugaan adanya aktivitas "Ninja Sawit" yang dilakukan Boy Simamora beserta kesembilan temannya, hingga Boy dinyatakan hilang, pencarian keluarga, penemuan pakaian korban, lokasi penemuan jenazah, sebilah parang yang ditemukan dengan jarak lokasi tidak saling berjauhan.
(*/ Tribun-medan.com)
| Kasus Boy Simamora Tewas Diterkam Buaya di Tapteng, Pengacara Ungkap Kejanggalan |
|
|---|
| Ayah Boy Simamora Ragu Anaknya Tewas Diterkam Buaya, Curiga Jadi Korban Pembunuhan: Terlalu Rapi |
|
|---|
| Menkes Budi Gunadi Sadikin Serahkan Bantuan Alkes, Kadinkes Tapteng Ucapkan Terima Kasih |
|
|---|
| TIGA Pantai di Kota Pandan Kabupaten Tapteng Sumut ini Ramai Dikunjungi Masyarakat |
|
|---|