Breaking News

Deli Serdang Terkini

Jembatan Sukamaju–Sei Beras Sekata Sunggal Nyaris Ambruk, Warga Desak Perbaikan Segera

Jembatan penghubung Sukamaju–Sei Beras Sekata di Sunggal nyaris putus, warga harap segera diperbaiki.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Tria Rizki

Jembatan Penghubung Sukamaju–Sei Beras Sekata di Sunggal Nyaris Putus, Warga Harap Segera Diperbaiki


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Jembatan penghubung antara Desa Sukamaju dan Desa Sei Beras Sekata di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, kondisinya kini memprihatinkan dan nyaris putus. Kerusakan parah pada bagian tengah jembatan membuat akses utama masyarakat di dua desa tersebut terganggu.

Jembatan yang berada di Dusun Sukaramai itu mengalami longsor tepat di bagian tengah badan jembatan. Tidak hanya jembatan, ruas jalan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan cukup serius. Sejumlah lubang besar menganga di badan jalan, sehingga membahayakan pengendara yang melintas, terlebih saat malam hari dan musim penghujan.

Pantauan Tribun Medan di lokasi, longsoran di bagian tengah jembatan memiliki diameter sekitar dua meter dengan lebar mencapai satu hingga satu setengah meter. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena di bawah jembatan mengalir anak sungai yang cukup dalam dengan arus yang tergolong deras.

Saat ini, pada bagian jembatan yang amblas, masyarakat memasang sejumlah tumpukan kayu sebagai penanda bahwa jembatan tersebut dalam kondisi rusak dan berbahaya untuk dilintasi.

Kerusakan ini membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas. Terlebih lagi, pada musim hujan, jalan di sekitar jembatan kerap digenangi air sehingga lubang-lubang di badan jalan tidak terlihat jelas. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua dan mobil berukuran kecil.

Selain kerusakan fisik jembatan dan jalan, kawasan tersebut juga minim penerangan. Pada malam hari, area sekitar jembatan tampak gelap gulita karena tidak adanya lampu penerangan jalan. Padahal, lokasi jembatan dan jalan rusak tersebut tidak jauh dari Koperasi Merah Putih Beras Sei Sekata yang baru saja dibangun dan diresmikan pemerintah.

Padahal, jalan dan jembatan tersebut merupakan akses utama bagi sebagian besar masyarakat Desa Sukamaju untuk menuju Kota Medan dalam menjalankan berbagai aktivitas. 

Sejak mengalami kerusakan, banyak warga terpaksa memilih jalur alternatif meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh dan waktu perjalanan yang lebih lama. 

Langkah ini dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan saat melintasi jalan dan jembatan yang kondisinya rusak parah tersebut.

Seorang warga, Hendri Sihotang, yang kerap membantu pengendara melintasi jembatan rusak itu mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir satu tahun. Ia mengaku secara sukarela berjaga di lokasi untuk memandu kendaraan, terutama mobil, agar tidak terperosok ke lubang longsoran.

“Sudah hampir setahun lah. Saya sering di sini memandu mobil. Sekarang sudah berkurang masyarakat lewat sini,” kata Hendri kepasa Tribun Medan,Selasa (3/3/2026).

Menurut Hendri, kendaraan berukuran besar kini sudah tidak dapat lagi melintas menuju kampung melalui jalur tersebut karena dikhawatirkan bisa amblas. Pasalnya, sejak jembatan mengalami kerusakan, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan yang menimpa pengendara, khususnya kendaraan roda empat yang terperosok ke bagian jalan yang longsor.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan yang menjadi akses vital warga.

“Supaya cepat dibagusin lah, karena sudah lama. Mobil besar mau ke kampung sudah tidak bisa lagi. Saya di sini membantu seikhlasnya. Kalau ada yang jaga di sini tidak pernah kecelakaan, tapi kalau tidak ada yang jaga sering mobil masuk ke lubang ini,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved